Laporan Praktikum Fisiologi Hewan
Air
KONTRAKSI
OTOT JANTUNG PADA IKAN MAS
(Cyprinus
scarpio)
Oleh:
Reni Zulika Sinaga
Reni Zulika Sinaga
150302032
V/B
![]() |
LABORATORIUM
FISIOLOGI HEWAN AIR
PROGAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Esa yang telah memberikan berkah dan rahmat-Nya sehingga laporan yang berjudul “Kontraksi Otot Jantung pada Ikan Mas (Cyprinus
scarpio)” dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan ini sebagai salah satu
syarat masuk Laboratorium Fisiologi Hewan Air
Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas
Sumatera Utara, Medan
Penulis
mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Eri Yusni, M.Sc. dan
Bapak Indra Lesmana, S.Pi., M.Si. selaku dosen
penanggungjawab, serta para asisten Laboratorium Fisiologi Hewan Air yang
telah membantu penulis dalam
menyelesaikan laporan
ini. Penulis juga mengucapkan
terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah mendukung penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
Penulis
menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari
sempurna, untuk itu penulis
mengharapkan adanya saran dan kritik. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak yang
membutuhkan. Akhir
kata penulis ucapkan terima kasih.
Medan, Maret 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
KATA PENGANTAR
............................................................................. i
DAFTAR ISI
............................................................................................. ii
PENDAHULUAN
Latar
Belakang ................................................................................ 1
Tujuan
Praktikum............................................................................. 2
Manfaat Praktikum.......................................................................... 2
TINJAUAN
PUSTAKA
Ikan Mas (Cyprinus scarpio)............................................................ 3
Jantung Ikan Mas (Cyprinus scarpio).............................................. 4
Sistem Peredaran Darah pada Ikan Mas (Cyprinus
scarpio)........... 6
Larutan Fisiologi.............................................................................. 7
METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat Praktikum......................................................... 8
Alat dan Bahan Praktikum............................................................... 8
Prosedur Praktikum.......................................................................... 8
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil................................................................................................. 9
Pembahasan...................................................................................... 11
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
..................................................................................... 13
Saran
............................................................................................... 13
DAFTAR
PUSTAKA
LAMPIRAN
Latang belakang
Ikan adalah
hewan berdarah dingin, ciri khasnya adalah mempunyai tulangbelakang, insang dan
sirip, dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai mediumdimana tempat
mereka tinggal. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan
menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung
pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. Meskipun dugaan banyak sekitar 40.000 kebanyakan ikan yang
berbentuk torpedo, namun ada juga yang bulat, ada yang datar dan ada juga
membentuk sudut (Lagler dkk., 1977).
Ikan
sebagai hewan air memiliki beberapa fisiologi yang tidak dimiliki oleh hewan
darat. Perbedaan habitat menyebabkan perkembangan organ-organ ikan disesuaikan
dengan kondisi lingkungan. Misalnya sebagai hewan hidup di air baik itu di
perairan tawar maupun di perairan laut menyebabkan ikan harus dapat mengetahui
kekuatan arah arus, karenanya ikan dilengkapi dengan organ yang dikenal dengan
linnea lateralis. Organ ini tidak ditemukan pada hewan darat. Contoh lain
perbedaan konsentrasi antara medium tempat hidup dan konsentrasi cairan tubuh
memaksa ikan melakukan osmoregulasi untuk mempertahankan konsentrasi cairan
tubuhnya akibat difusi dan osmose (Fujaya, 2002).
Ikan merupakan
vertebrata akuatik dan bernafas dengan
insang (beberapa jenis ikan bernafas melalui alat tambahan berupa modifikasi
gelembung renang/gelembung udara). Mempunyai otak yang terbagi menjadi
regio-regio. Otak itu di bungkus dalam kranium (tulang kepala) yang berupa
kartilago (tulang rawan) atau tulang menulang. Ada sepasang mata. Kecuali
ikan-ikan siklomata, mulut ikan itu di sokong oleh rahang. Telinga hanya
terdiri dari telinga dalam, berupa saluran-saluran semi sirkular, sebagai
organ keseimbangan. Jantung berkembang
baik. Sirkulasinya menyangkut aliran seluruh darah dari jantung melalui insang
lalu keseluruh tubuh lain. Tipe ginjal adalah profonefros dan mesonefros
(Sirait, 2011).
Ikan mas (Cyprinus carpio)
pada saat ini merupakan ikan air tawar yang paling tinggi produksinya dan sudah
dibudidayakan di seluruh propinsi di Indonesia. Di Indonesia terdapat beberapa
macam strain ikan mas, yaitu Sinyonya, Punten, Kumpay, Majalaya, Kancra Domas,
Taiwan dan Merah. Salah satu dari ketujuh strain yang ada di Indonesia
tersebut. Adapun ciri-ciri morfologi ikan mas strain adalah warna sisik hijau
kehitaman dengan bagian perut berwarna putih, mata agak menonjol, gerakan
lamban dan jinak, badan relative paling
pendek dari ras strain yang lain dengan punggung tinggi. Ikan mas memiliki
beberapa sifat diantaranya pertumbuhan cepat, sehingga masa pemeliharaanikan
mas dapat dipercepat, daging tebal dan disukai oleh konsumen,
adaptasi terhadap lingkungan tinggi, sehingga dapat
dipelihara baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dan tahan terhadap hama
penyakit (Pudjirahaju, 2008).
Seperti pada golongan
vertebrata lainnya, ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup, artinya
darah tidak pernah keluar dari pembulunya, jadi tidak ada hubungan langsung
dengan sel tubuh sekitarnya. Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal,
artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Sistem peredaran
darah, organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan
merangkap pompa hisap. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui
pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah, kemudian dihisap melalui
pembuluh vena dan kembali ke jantung. Sistem peredaran darah ini disebutsistem
peredaran darah tunggal (Burhanuddin, 2008).
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.
Untuk
mengetahui kontraksi otot jantung pada ikan mas (Cyprinus carpio).
2.
Untuk
mengetahui pengaruh NaCl 0,9% terhadap jantung ikan mas (Cyprinus carpio).
3.
Untuk
mengetahui perbedaan lama kontraksi otot jantung ikan mas besar dan ikan mas
kecil.
Manfaat Praktikum
Manfaat dari praktikum ini adalah sebagai salah satu syarat dalam mengikuti praktikum di
laboratorium Fisiologi Hewan Air dan sebagai sumber informasi bagi pihak-pihak
yang membutuhkan.
TINJAUAN PUSTAKA
Klasifikasi dan Morfologi Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Menurut Japet (2011), klasifikasi ikan
mas adalah sebagai berikut:
Kingdom : Animalia
Filum : Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo : Cypriniformes
Famili : Cyprinidae
Genus : Cyprinus
Spesies : Cyprinus
carpio
Ikan
Mas termasuk famili Cyprinidae yang mempunyai ciri-ciri umum, badan ikan Mas
berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compressed) dan mulutnya terletak di ujung tengah
(terminal), dan dapat disembulkan, bagian mulut dihiasi dua pasang sungut, yang
kadang-kadang satu pasang diantaranya kurang sempurna dengan warna badan yang
sangat beragam. Di kalangan petani maupun masyarakat, ikan mas telah lama dikenal
dan disukai (dikonsumsi), sehingga pemasarannya tidaklah sulit. Selain itu
sebagai ikan budidaya, ikan mas memiliki keunggulan, yaitu dapat dikembangbiakkan
hanya dengan perbaikan lingkungan atau manipulasi lingkungan dan kawin suntik
(hipofisasi) (Uthamy, 2012).
Ikan mas (Cyprinus carpio Linn.) termasuk kelas Pisces, Ordo
Cyprinoidea, famili Cyprinidae dan Genus Cyprinus. Ikan mas mempunyai
bentuk badan agak panjang dan agak pipih, mulut dapat disembulkan dengan tipe
terminal. Mempunyai 3 helai sungut yang menempel dirahang atas. Insang terletak
tepat dilbelakang rongga mulut di dalam pharynx. Jumlah lengkung insang
ada lima pasang. Tetapi hanya empat yang berfilamen insang. Kepala simetris,
sisik berbentuk cycloid. Garis rusuk lengkap dan berada di atas dari sirip
dada. Tidak memiliki jari-jari sirip yang keras. Jari-jari punggung yang kedua
bergigi seperti gergaji. Warna tubuh ikan mas pada umumnya keemasan, tetapi ada
juga yang berwarna hijau, merah, dan biru belang. Gelembung renang terbagi menjadi dua bagian,
dan bagian yang belakang lebih kecil dari pada bagian yang depan (Mudlofar,
2012).
|
Ikan mas menyukai tempat hidup
(habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak
terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup
baik di daerah dengan ketinggian 150–600 meter di atas permukaan air laut (dpl)
dan pada suhu 25-30° C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas terkadang
ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam)
25-30%. Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni organisme yang dapat memangsa
berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik.
Makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi
perairan (Wihartyas, 2015).
Jantung
Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Jantung adalah organ sirkulasi
darah yang essensial. Jantung merupakan suatu pembesaran otot yang spesifik
dari pembuluh darah atau suatu struktur muskular berongga yang bentuknya
menyerupai kerucut dan dilingkupi atau diselimuti oleh kantung perikardial
(perikardium). Pada ikan terdapat pada bagian restral dari hati dan bagian
ventral dari rongga mulut. Jantung ikan mas memiliki conus arteriosus yang sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang
sangat kecil dan memiliki bulbus
arteriosus yang berkembang dengan baik. Denyut jantung pada ikan mas
termasuk miogenik, yaitu jantung yang tetap berdetak ritmis meskipun hubungan
dengan saraf telah terputus (Gonawi dkk., 2008).
Ikan
mempunyai organ sirkulasi darah dalam tubuh yang disebut jantung. Jantung
merupakan suatu pembesaran otot yang spesifik dari pembuluh darah atau suatu
struktur muskular berongga yang bentuknya menyerupai kerucut dan dilingkupi
atau diselimuti oleh kantung perikardial (perikardium). Kontraksi otot jantung
ikan yang ditimbulkan merupakan sarana untuk mengkonversi energi kimiawi
menjadi energi mekanik dalam bentuk tekanan dan aliran darah. Jantung ikan
terdiri dari dua ruang yaitu atrium (auricle)
yang berdinding tipis dan ventrikel yang berdinding tebal serta terdapat ruang
tambahan berdinding tipis yang disebut sinus
venosus. Ruang ini berfungsi sebagai penampung darah dari ductus cuvieri
dan vena hepaticus, serta mengirimkannya ke atrium. Antara sinus venosus dengan
atrium terdapat katup sinustrial. Darah kemudian dikirim ke ventrikel untuk
mencegah darah tersebut kembali ke atrium dilakukan oleh katup
antrioventricular. Sistem kerja jantung yang seperti pompa memiliki dua
mekanisme gerak yaitu sistole dan diastole. Sistole adalah keadaan pada saat
ventrikel menyempit dan mengalami kontraksi, sedangkan diastole adalah keadaan
pada saat ventrikel mengembang dan mengalami relaksasi (Putri dkk., 2009).
|
Jantung
adalah suatu organ yang berupa benda berongga dan terletak dalam ronga ruang
mediastinal atau bagian posterior lengkung insang. Organ ini merupakan suatu
pompa yang terdiri atas otot licin yang secara ritmis berkontraksi untuk
memompa darah dari vena ke arteri. Untuk melaksanakan fungsi ini jantung
mempunyai suatu sistem klep yang menyebabkan darah mengalir ke satu arah
(Timang dkk., 2010).
Sinus venosusa dalah ruang tambahan atau kantung yang
berdinding tipis, hampir tidak mengandung jaringan otot. Dinding kaudalnya
bersatu dengan bagian depan dari septum transversum, yang memisahkan
rongga pericardial dari rongga pleuroperitoneal. Darah venus dari seluruh
tubuh, masuk di sinus venosus melalu sepasang ductus Cuvieri yang masuk
di bagian lateral, dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding
posteriordari sinus venosus. Vena coronaria yang datang dari dinding
otot jantung, juga masukdari sinus venosus. Dari sini darah melalui
lubang sinus atrial masuk ke dalam atrium atau dengan kata lain bahwa kantung berdinding tipis ini
berfungsi untuk menanpungdarah dari vena hepatika yang membawa darah dari vena
kardial anterior dan posterior (Burhanuddin, 2008).
Denyut
jantung dibagi menjadi dua tipe yaitu neurogenik dan jantung meogenik. Jantung
neurogenik adalah jantung pada hewan tingkatan rendah (invertebrata), yang aktivitasnya
diatur oleh sistem syaraf sehingga jika hubungan syaraf dengan jantung
diputuskan maka jantung akan berhenti berdenyut. Jantung miogenik denyutnya
akan tetap ritmis meskipun hubungan dengan syaraf diputuskan. Bahkan bila
jantung katak diambil selagi masih hidup dan ditaruh dalam larutan fisiologis
yang sesuai akan tetap berdenyut. Jantung
meogenik terdapat pada jaringan otot jantung khusus yang membuat simpul (nodal
tissue) yang merupakan penggerak jantung. Letak simpul pada ikan dan amfibi
pada sinus venosus. Pada vertebrata yang lebih tinggi, simpul yang mengeluarkan
impuls yang ritmis itu letaknya pada atrium dekat vena cava yang disebut simpul
sinoatrial (SA) (Putri dkk.,
2009).
|
Ikan
mas tergolong ikan teleostei. Oleh karena itu, jantung ikan mas memiliki conus arterious yang sudah tereduksi
menjadi suatu struktur yang sangat kecil dan memiliki bulbus arterious yang berkembang dengan baik. Denyut jantung pada
ikan mas termasuk tipe jantung meogenik, yaitu jantung yang tetap berdetak
ritmis meskipun hubungan dengan saraf terputus. Rata-rata kecepatan denyut
jantung ikan mas dengan berat tubuh 200-500 gram adalah 35-40 tiap menit.
Jantung ikan mas teleostei umumnya terdapat di belakang insang bagian depan
rongga badan dan diatas ithmus. Organ jantung ini dilapisi oleh selaput tipis
yang disebut lapisan pericardium (Gonawi, dkk., 2008).
Sistem Peredaran Darah
Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Secara
umum, sistem peredaran darah pada ikan mirip system hydraulic yang terdiri atas sebuah pompa, pipa, katup dan cairan.
Meskipun jantung pada teleostei terdiri atas empat bagian, namun pada
kenyataannya mirip dengan satu silinder atau piston tunggal dengan sirkulasi
tertutup. Artinya darah meninggalkan jantung dan kembali ke jantung. Berawal
dari jantung, darah meninggalkan jantung dan jembali ke jantung. Berawal dari
jantung, darah menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya darah
dialiri kedorsal aorta dan terbagi kesenap organ-organ tubuh melalui
saluran-saluran kecil (Gonawi dkk., 2008).
Sistem sirkulasi ikan berupa sistem peredaran darah tertutup atau peredaran darah
tunggal. Pada sisitem peredaran darah tunggal darah melalui jantung hanya satu
kali peredaran. Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbon dioksida
mengalir ke sinus venosus, kemudian masuk ke atrium. Sinus venosus adalah ruang
atau rongga jantung yang terletak diantara ventrikel dan atrium. Pada saat
jantung mengendur, darah mengalir melalui klep, masuk kedalam ventrikel. Dari
ventrikel darah diteruskan ke konus ateriosus, kemudian menumju aorta ventralis
dan dilanjutkan ke insang. Di Insang, aorta bercabang-cabang menjadi
kapiler-kapiler (pembuluh-pembuluh kecil). Kapiler-kapiler insang melepaskan karbon dioksiada
dan mengambil oksigen dari air. Dari kapiler-kapiler insang, darah mengalir ke
aorta dorsalis yang bercabang-cabang. Dari cabang-cabang aorta dorsalis ini
darah mendistribusikan ke kapiler-kapiler seluruh bagian tubuh. Selain darah
juga mengambil kabron dioksida untuk dibawa kembali ke jantung melalaui vena
kava dan sinus venosus (Timang dkk., 2010).
|
Pada proses
peredaran darah pisces, darah dari seluruh tubuh mengandung CO2
berkumpul di sinus venosus, kemudian masuk ke serambi dalam jantung melalui
vena. Selanjutnya, darah dari serambi masuk ke bilik dan dipompa menuju insang
melewati konus arterious, aorta ventralis, dan empat pasang arteri aferen
brakialis. Seiring dengan respirasi pisces (ikan), O2 dari air masuk
kedalam insang dan CO2 dari insang keluar ke air. Setelah itu darah
yang kini mengandung O2 masuk kedalam aorta dorsalis yang
selanjutnya di edarkan keseluruh tubuh. Dengan demikian, peredaran darah pada
ikan disebut peredaran darah tunggal karena darah hanya satu kali melewati
jantung (Priambodo dkk., 2013).
Larutan Fisiologis
Larutan fisiologis bersifat osmolaritas, yaitu
(tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen
darah), sehingga terus berada di dalam pembuluhdarah. Bermanfaat pada pasien
yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairantubuh, sehingga tekanan darah terus
menurun). Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan),
khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif danhipertensi. Contohnya adalah
cairan Ringer-Laktat (RL), dan normalsaline/larutan garam fisiologis
(NaCl 0,9%) (Alfanti, 2007).
Bahan yang sering digunakan untuk pengenceran semen
yaitu larutan NaCl. Larutan NaCl memberi sifat buffer, mempertahankan pH semen
dalam suhu kamar, bersifat isotonis dengan cairan sel, melindungi sel darah
terhadap coldshock dan penyeimbangan elektron yang sesuai. Tetapi penyimpanan
semen dengan larutan pengencer NaCl fisiologis hanya bisa digunakan tidak lebih
dari 60 menit setelah penampungan karena kurang mengandung sumber energi yang dibutuhkan.
Untuk itu perlu tambahan bahan lain yang bersifat memberikan energi atau nutritif
sehingga dapat memperpanjang waktu sel jantung untuk bertahan hidup dan
mempertahankan detak jantung (Rahardhianto dkk., 2012).
Waktu dan Tempat
Praktikum
Praktikum ini
dilaksanakan pada hari Selasa,
23 Maret
2017 pukul 13.00-15.00 WIB di Laboratorium Terpadu Program Studi
Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara,
Medan.
Alat dan Bahan Praktikum
Alat yang digunakan pada
praktikum ini adalah nampan untuk wadah ikan, gunting bedah untuk membedah
tubuh ikan, pisau untuk membedah ikan, milimeter blok untuk mengukur panjang
tubuh ikan, timbangan untuk mengukur massa ikan, pinset untuk membersihkan
organ yang tidak diperlukan, Cawan petri digunakan sebagai wadah jantung yang
akan dibedah, stopwatch untuk menghitung waktu.
Bahan
yang digunakan pada praktikum ini adalah ikan yang digunakan sebagai bahan
pengamatan, air untuk membersihkan peralatan praktikum, tissue untuk
membersihkan peralatan praktikum, NaCl 0,9% sebagai larutan fisiologis ikan.
Prosedur Praktikum
Prosedur pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.
Disiapkan alat dan
bahan terlebih dahulu.
2.
Diukur panjang
tubuh ikan dengan menggunakan milimeter blok.
3.
Ditimbang berat
tubuh ikan dengan menggunakan timbangan.
4.
Dibedah ikan besar
dan kecil untuk diambil jantungnya.
5.
Setelah jantung
diambil, diletakkan ke dalam cawan petri yang sudah diisi NaCl 0,9%.
6.
Diamati dan
dihitung jumlah detak jantung ikan setiap menitnya.
7.
Dicatat hasil
praktikum di buku catatan.
Hasil
Hasil yang diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai
berikut :
![]() |
Gambar 1. Ikan Mas (Cyprinus
carpio)
![]() |
Gambar 2. Jantung Ikan Mas (Cyprinus carpio)
|
Klasifikasi
Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Kingdom :
Animalia
Filum :
Chordata
Kelas : Actinopterygii
Ordo :
Percomorphi
Famili : Chiprinidae
Genus :
Cyprinus
Species : Cyprinus carpio
Tabel
1. Pengukuran Morfometri Ikan Mas
|
No
|
Data Morfometrik
|
Ikan Besar
|
Ikan Kecil
|
|
1.
|
Panjang total
|
30 cm
|
27 cm
|
|
2.
|
Berat
|
550 gram
|
300 gram
|
Tabel
2. Pengamatan Denyut Jantung Ikan Mas
|
Waktu
(Menit)
|
Denyut Jantung
Ikan
|
|
|
Ikan Besar
(gram)
|
Ikan Kecil
(gram)
|
|
|
1
|
59
|
13
|
|
2
|
53
|
13
|
|
3
|
47
|
12
|
|
4
|
44
|
12
|
|
5
|
37
|
12
|
|
6
|
44
|
11
|
|
7
|
43
|
10
|
|
8
|
42
|
9
|
|
9
|
41
|
8
|
|
10
|
38
|
7
|
|
11
|
35
|
5
|
|
12
|
33
|
5
|
|
13
|
31
|
4
|
|
14
|
28
|
3
|
|
15
|
26
|
2
|
|
16
|
25
|
-
|
|
17
|
18
|
3
|
|
18
|
18
|
-
|
|
19
|
16
|
-
|
|
20
|
15
|
-
|
Pembahasan
Ikan mas (Cyprinus carpio)
memiliki tubuh agak bulat, berwarna kuning dan memiliki tiga pasang sungut.
Sisik pada ikan mas berbentuk lingkaran dan hidup di perairan tawar. Hal ini
sesuai dengan Mudlofar (2012), yang menyatakan bahwa Iikan mas mempunyai bentuk badan
agak panjang dan agak pipih, mulut dapat disembulkan dengan tipe terminal. Mempunyai
3 helai sungut yang menempel dirahang atas. Insang terletak tepat dilbelakang
rongga mulut di dalam pharynx. Jumlah lengkung insang ada lima pasang. Tetapi
hanya empat yang berfilamen insang. Kepala simetris, sisik berbentuk cycloid. Garis
rusuk lengkap dan berada di atas dari sirip dada. Tidak memiliki jari-jari
sirip yang keras.
Peranan jantung sangat penting dalam hubunganya dengan
pemompaan darah keseluruh tubuh melalui sistem sirkulasi darah. Hal ini sesuai
dengan pernyataan Uthamy (2012), yang menyatakan bahwa jantung merupakan suatu
pembesaran otot yang spesifik dari pembuluh darah atau suatu struktur muskular
berongga yang bentuknya menyerupai kerucut dan dilingkupi atau diselimuti oleh
kantung perikardial (perikardium). Peranan jantung sangat penting dalam
hubunganya dengan pemompaan darah keseluruh tubuh melalui sistem sirkulasi
darah, sirkulasi darah adalah sistem yang berfungsi dalam pengangkutan dan
penyebaran enzim, zat nutrisi, oksigen, karbondioksida, garam-garam, antibodi
dan senyawa N.
Jantung pada setiap makhluk hidup berbeda. Jantung
pada manusia memiliki empat ruang sedangkan pada ikan memiliki dua ruang. Hal ini
sesuai dengan pernyataan Gonawi dkk., (2008), yang menyatakan bahwa jantung
merupakan suatu pembesaran otot yang spesifik dari pembuluh darah atau suatu
struktur muskular yang bentuknya menyerupai kerucut yang dilingkupi atau
diselimuti oleh kantung perikardial (perikardium). Pada ikan
terdapat di bagian restral dari hati dan bagian ventral dari rongga mulut.
Jantung pada makhluk hidup berbeda-beda berdasarkan strukturnya. Jantung pada
vertebrata misalnya ikan, mempunyai jantung yang terdiri dari dua ruang.
Denyut jantung ikan mas termasuk ke dalam denyut jantung miogenik yang tetap berdetak walaupun sudah dilepas dari tubuhnya saat diletakkan di larutan fisiologis. Hal ini sesuai dengan Putri dkk., (2009), yang menyatakan bahwa denyut jantung dibagi menjadi dua tipe yaitu neurogenik dan jantung meogenik. Jantung neurogenik adalah jantung pada hewan tingkatan rendah (invertebrata), yang aktivitasnya diatur oleh sistem syaraf sehingga jika hubungan syaraf dengan jantung diputuskan maka jantung akan berhenti berdenyut. Jantung miogenik denyutnya akan tetap ritmis meskipun hubungan dengan syaraf diputuskan. Bahkan bila jantung katak diambil selagi masih hidup dan ditaruh dalam larutan fisiologis yang sesuai akan tetap berdenyut.
Dari hasil praktikum dapat diketahui denyut jantung pada ikan kecil
lebih besar dibandingkan dengan ikan dewasa. Mekanisme kontrol kerja jantung
ada dua yaitu adrenergic dan cholinergic. Hal ini sesuai dengan Japet
(2011), yang menyatakan bahwa anak ikan dan
ikan yang kecil mempunyai degupan jantung yang lebih cepat dibanding ikan
dewasa dan besar. Degupan jantung ikan menjadi pelan apabila berada dalam air
yang dingin dibandingkan dalam air yang agak panas. Jantung ikan terletak pada
ruang perikardial disebelah posterior insang, memiliki dua ruang yaitu atrium
(diding yang tipis) dan ventrikel (dinding yang tebal). Mekanisme kontrol kerja jantung
adrenergic yaitu merangsang jantung berkontraksi dan Cholinergik yaitu
menyebabkan jantung relaksasi.
Dari hasil praktikum didapatkan bahwa
ikan mas besar memiliki panjang tubuh sebesar 30 cm dan ikan mas kecil 26 cm
sedangkan berat tubuh ikan mas besar adalah 490 gr dan ikan mas kecil sebesar
300 gr. Pebandingan berat tubuh ikan mas besar dan kecil adalah 2 : 1. Hal ini
sesuai dengan Timang dkk.,
(2010), yang menyatakan
bahwa ikan mas berbentuk memanjang dan sedikit pipih
ke samping (Compressed) warna badan yang sangat beragam. Ikan mas
memilki berat tubuh yang relatif besar. Pada pengukuran yang telah dilakukan
diketahui bahwa tubuh ikan mas memiliki panjang baku 19 cm sedangkan berat
tubuh mencapai 500 gr dan panjang usus mencapai 50 cm atau hampir tiga kali
lipat dari panjang tubuhnya.
Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini adalah
sebagai berikut:
1.
Kontraksi otot jantung
ikan merupakan salah satu sarana untuk mengkonversi energy kimia menjadi
mekanik dalam bentuk tekanan dalam aliran darah.
2.
Jantung ikan mas diberi larutan fisiologis dikarenakan
pada larutan fisiologis terkandung bahan yang komponennya lebih mirip dengan
cairan yang ada pada tubuh ikan.
3.
Kontraksi otot jantung
pada ikan mas besar lebih lemah dibandingkan dengan ikan mas kecil hal ini
disebabkan karena adanya perbedaan aliran energi melalui aliran darah yang
masuk ke jantung.
Saran
Sebaiknya peralatan pada laboratorium lebih dilengkapi karena
kendala terbesar dari praktikum ini adalah minimnya peralatan
pengidentifikasian sehingga lebih banyak membuang waktu.
Alfanti, E. F. 2007. Pengaruh Infus
tDektrosa 2,5% NaCl 0,45% terhadap Kadar Glukosa Darah Perioperaktif pada
Pasien Pediatri. [Tesis]. Universitas Diponegoro, Semarang.
Burhanuddin, A. I. 2008. Peningkatan Pengetahuan Konsepsi Sistematika dan
Pemahaman System Organ Ikan yang Berbasis
SCL pada Matakuliah Ikhtiologi. Laporan Modul Pembelajaran Berbasis SCL.
Universitas Hasanuddin, Makasaar.
Fujaya,
Y. 2002. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknologi Perikanan. Departemen
Pendidikan Nasional, Jakarta.
Gonawi,
G. R., Mardia, S. Aprilia, F. I. Putri, dan H. Kasmanhadi. 2008. Studi Kontraksi
Otot Jantung Ikan Mas (Cyprinus carpio) dalam
Upaya Peningkatan Komoditas Perikanan Darat. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Japet, N. 2011. Karakteristik Semen
Ikan Ekonomis Budidaya: Mas (Cyprinus
carpio), dan Patin (Pangasius
hypophthalmus). [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Lagler,
K. F., J. E. Bardach., R. R. Miller dan D. R. M. Passino. 1977. Ichtiology. Canada.
Mudlofar, M. 2012. Analisis Usaha Pembesaran Ikan
Mas (Cyprinus Carpio) Pada Keramba Jaring Apung di Kelurahan Parit Mayor
Kecamatan Pontianak Timur. [Tesis]. Program Pascasarjana. Universitas Terbuka,
Jakarta.
Priambodo, A., A. Sulistyo, A. Susilo, A. P.
Astutik, C. Nisaa’, C. Kustiyani. 2013. Tugas Kuliah Mata Kuliah Biologi.
fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret, Surabaya.
Pudjirahaju,
A., Rustidja dan S.B. Sumitro. 2008. Penelusuran Genotipe Ikan Mas (Cyprinus
carpio L. ) Strain Punten Gyogenetik. Jurnal Ilmu Perairan dan Perikanan
Indonesia. 15 (1): 13-19.
Putri, F.
E., G. F. Arddhiagung, dan S. J. Nugroho. 2009. Kontraksi Otot Jantung Ikan.
Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Rahardhianto, A., N. Abdulgani dan N. Trisyana.
2012. Pengaruh Larutan Madu dalam NaCl Fisiologis terhadap Viabilitas dan
Mortalitas Spermatozoa Ikan Patin (Pangasius pangasius) Selama Masa
Penyimpanan. Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.
Sirait, H. 2011. Keanekaragaman dan Distribusi Ikan di Perairan Pulau Kampai Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat Sumatera Utara. [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara, Medan.
Timang, Y.,
S. R. Akram, M. T. Nagir. R. Ali, R. Y. Angeliza. 2010. Sistem Sirkulasi dan
Jantung. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Hasanuddin,
Makassar.
Uthamy,
C. P. 2012. Peangaruh Subsitusi Telur Ayam pada Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan
Ikan Mas (Cyprinus carpio, L.).
Universitas negeri Yogyakarta, Yogyakarta.
Wihartyas, V. F. 2015. Efektivitas Pemberian Ikan Mas (Cyprinus
Carpio) dalam Menurunkan Jumlah Jentik
dan Persepsi Masyarakatnya (Studi Kasus di RW 06 Kelurahan Sukorejo Kecamatan
Gunungpati Kota Semarang). [Skripsi]. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas
Negeri Semarang, Semarang.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar