Sabtu, 01 April 2017

KONTRAKSI OTOT JANTUNG PADA IKAN MAS (Cyprinus scarpio)

Laporan Praktikum Fisiologi Hewan Air
KONTRAKSI OTOT JANTUNG PADA IKAN MAS
(Cyprinus scarpio)
Oleh:
Reni Zulika Sinaga
150302032
V/B








unduhan.jpg












LABORATORIUM FISIOLOGI HEWAN AIR
PROGAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2017
KATA PENGANTAR
Puji dan syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Esa yang telah memberikan berkah dan rahmat-Nya sehingga laporan yang berjudul Kontraksi Otot Jantung pada Ikan Mas (Cyprinus scarpio) dapat diselesaikan tepat pada waktunya. Laporan ini sebagai salah satu syarat masuk Laboratorium Fisiologi Hewan Air Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara, Medan
Penulis mengucapkan terima kasih kepada Ibu Dr. Eri Yusni, M.Sc. dan Bapak Indra Lesmana, S.Pi., M.Si. selaku dosen penanggungjawab, serta para asisten Laboratorium Fisiologi Hewan Air yang telah membantu penulis dalam menyelesaikan laporan ini. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman mahasiswa yang telah mendukung penulis dalam menyelesaikan laporan ini.
 Penulis menyadari bahwa dalam penyusunan laporan ini masih jauh dari sempurna, untuk itu penulis mengharapkan adanya saran dan kritik. Semoga laporan ini dapat bermanfaat bagi pihak yang membutuhkan. Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.





Medan,  Maret 2017


                                   Penulis





DAFTAR ISI
                                                                                Halaman
KATA PENGANTAR .............................................................................              i
DAFTAR ISI .............................................................................................             ii
PENDAHULUAN
Latar Belakang ................................................................................             1
Tujuan Praktikum.............................................................................             2
Manfaat Praktikum..........................................................................             2
TINJAUAN PUSTAKA
Ikan Mas (Cyprinus scarpio)............................................................             3
Jantung Ikan Mas (Cyprinus scarpio)..............................................             4
Sistem Peredaran Darah pada Ikan Mas (Cyprinus scarpio)...........             6
Larutan Fisiologi..............................................................................             7
METODE PRAKTIKUM
Waktu dan Tempat Praktikum.........................................................             8
Alat dan Bahan Praktikum...............................................................             8
Prosedur Praktikum..........................................................................             8
HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil.................................................................................................             9
Pembahasan......................................................................................           11
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan .....................................................................................           13
Saran ...............................................................................................           13
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN








PENDAHULUAN


Latang belakang
Ikan adalah hewan berdarah dingin, ciri khasnya adalah mempunyai tulangbelakang, insang dan sirip, dan terutama ikan sangat bergantung atas air sebagai mediumdimana tempat mereka tinggal. Ikan memiliki kemampuan di dalam air untuk bergerak dengan menggunakan sirip untuk menjaga keseimbangan tubuhnya sehingga tidak tergantung pada arus atau gerakan air yang disebabkan oleh arah angin. Meskipun dugaan banyak sekitar 40.000 kebanyakan ikan yang berbentuk torpedo, namun ada juga yang bulat, ada yang datar dan ada juga membentuk sudut (Lagler dkk., 1977).
Ikan sebagai hewan air memiliki beberapa fisiologi yang tidak dimiliki oleh hewan darat. Perbedaan habitat menyebabkan perkembangan organ-organ ikan disesuaikan dengan kondisi lingkungan. Misalnya sebagai hewan hidup di air baik itu di perairan tawar maupun di perairan laut menyebabkan ikan harus dapat mengetahui kekuatan arah arus, karenanya ikan dilengkapi dengan organ yang dikenal dengan linnea lateralis. Organ ini tidak ditemukan pada hewan darat. Contoh lain perbedaan konsentrasi antara medium tempat hidup dan konsentrasi cairan tubuh memaksa ikan melakukan osmoregulasi untuk mempertahankan konsentrasi cairan tubuhnya akibat difusi dan osmose (Fujaya, 2002).
Ikan merupakan vertebrata akuatik  dan bernafas dengan insang (beberapa jenis ikan bernafas melalui alat tambahan berupa modifikasi gelembung renang/gelembung udara). Mempunyai otak yang terbagi menjadi regio-regio. Otak itu di bungkus dalam kranium (tulang kepala) yang berupa kartilago (tulang rawan) atau tulang menulang. Ada sepasang mata. Kecuali ikan-ikan siklomata, mulut ikan itu di sokong oleh rahang. Telinga hanya terdiri dari telinga dalam, berupa saluran-saluran semi sirkular, sebagai organ  keseimbangan. Jantung berkembang baik. Sirkulasinya menyangkut aliran seluruh darah dari jantung melalui insang lalu keseluruh tubuh lain. Tipe ginjal adalah profonefros dan mesonefros (Sirait, 2011).
Ikan mas (Cyprinus carpio) pada saat ini merupakan ikan air tawar yang paling tinggi produksinya dan sudah dibudidayakan di seluruh propinsi di Indonesia. Di Indonesia terdapat beberapa macam strain ikan mas, yaitu Sinyonya, Punten, Kumpay, Majalaya, Kancra Domas, Taiwan dan Merah. Salah satu dari ketujuh strain yang ada di Indonesia tersebut. Adapun ciri-ciri morfologi ikan mas strain adalah warna sisik hijau kehitaman dengan bagian perut berwarna putih, mata agak menonjol, gerakan lamban dan jinak,  badan relative paling pendek dari ras strain yang lain dengan punggung tinggi. Ikan mas memiliki beberapa sifat diantaranya pertumbuhan cepat, sehingga masa pemeliharaanikan mas dapat dipercepat, daging tebal dan disukai oleh konsumen, adaptasi terhadap lingkungan tinggi, sehingga dapat dipelihara baik di dataran rendah maupun dataran tinggi dan tahan terhadap hama penyakit (Pudjirahaju, 2008).
Seperti pada golongan vertebrata lainnya, ikan mempunyai sistem peredaran darah tertutup, artinya darah tidak pernah keluar dari pembulunya, jadi tidak ada hubungan langsung dengan sel tubuh sekitarnya. Sistem peredaran darah pada ikan bersifat tunggal, artinya hanya terdapat satu jalur sirkulasi peredaran darah. Sistem peredaran darah, organ utamanya adalah jantung yang bertindak sebagai pompa tekan merangkap pompa hisap. Darah ditekan mengalir keluar dari jantung melalui pembuluh arteri ke seluruh tubuh sampai ke kapiler darah, kemudian dihisap melalui pembuluh vena dan kembali ke jantung. Sistem peredaran darah ini disebutsistem peredaran darah tunggal (Burhanuddin, 2008).
Tujuan Praktikum
Adapun tujuan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.    Untuk mengetahui kontraksi otot jantung pada ikan mas (Cyprinus carpio).
2.    Untuk mengetahui pengaruh NaCl 0,9% terhadap jantung ikan mas (Cyprinus carpio).
3.    Untuk mengetahui perbedaan lama kontraksi otot jantung ikan mas besar dan ikan mas kecil.

Manfaat Praktikum
            Manfaat dari praktikum ini adalah sebagai salah satu syarat dalam mengikuti praktikum di laboratorium Fisiologi Hewan Air dan sebagai sumber informasi bagi pihak-pihak yang membutuhkan.



TINJAUAN PUSTAKA
Klasifikasi dan Morfologi Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Menurut Japet (2011), klasifikasi ikan mas adalah sebagai berikut:
Kingdom         : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Cypriniformes
Famili              : Cyprinidae
Genus              : Cyprinus
Spesies : Cyprinus carpio
Ikan Mas termasuk famili Cyprinidae yang mempunyai ciri-ciri umum, badan ikan Mas berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compressed) dan mulutnya terletak di ujung tengah (terminal), dan dapat disembulkan, bagian mulut dihiasi dua pasang sungut, yang kadang-kadang satu pasang diantaranya kurang sempurna dengan warna badan yang sangat beragam. Di kalangan petani maupun masyarakat, ikan mas telah lama dikenal dan disukai (dikonsumsi), sehingga pemasarannya tidaklah sulit. Selain itu sebagai ikan budidaya, ikan mas memiliki keunggulan, yaitu dapat dikembangbiakkan hanya dengan perbaikan lingkungan atau manipulasi lingkungan dan kawin suntik (hipofisasi) (Uthamy, 2012).
Ikan mas (Cyprinus carpio Linn.) termasuk kelas Pisces, Ordo Cyprinoidea, famili Cyprinidae dan Genus Cyprinus. Ikan mas mempunyai bentuk badan agak panjang dan agak pipih, mulut dapat disembulkan dengan tipe terminal. Mempunyai 3 helai sungut yang menempel dirahang atas. Insang terletak tepat dilbelakang rongga mulut di dalam pharynx. Jumlah lengkung insang ada lima pasang. Tetapi hanya empat yang berfilamen insang. Kepala simetris, sisik berbentuk cycloid. Garis rusuk lengkap dan berada di atas dari sirip dada. Tidak memiliki jari-jari sirip yang keras. Jari-jari punggung yang kedua bergigi seperti gergaji. Warna tubuh ikan mas pada umumnya keemasan, tetapi ada juga yang berwarna hijau, merah, dan biru belang. Gelembung renang terbagi menjadi dua bagian, dan bagian yang belakang lebih kecil dari pada bagian yang depan (Mudlofar, 2012).
4
 
Ikan mas menyukai tempat hidup (habitat) di perairan tawar yang airnya tidak terlalu dalam dan alirannya tidak terlalu deras, seperti di pinggiran sungai atau danau. Ikan mas dapat hidup baik di daerah dengan ketinggian 150–600 meter di atas permukaan air laut (dpl) dan pada suhu 25-30° C. Meskipun tergolong ikan air tawar, ikan mas terkadang ditemukan di perairan payau atau muara sungai yang bersalinitas (kadar garam) 25-30%. Ikan mas tergolong jenis omnivora, yakni organisme yang dapat memangsa berbagai jenis makanan, baik yang berasal dari tumbuhan maupun binatang renik. Makanan utamanya adalah tumbuhan dan binatang yang terdapat di dasar dan tepi perairan             (Wihartyas, 2015).
Jantung Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Jantung adalah organ sirkulasi darah yang essensial. Jantung merupakan suatu pembesaran otot yang spesifik dari pembuluh darah atau suatu struktur muskular berongga yang bentuknya menyerupai kerucut dan dilingkupi atau diselimuti oleh kantung perikardial (perikardium). Pada ikan terdapat pada bagian restral dari hati dan bagian ventral dari rongga mulut. Jantung ikan mas memiliki conus arteriosus yang sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil dan memiliki bulbus arteriosus yang berkembang dengan baik. Denyut jantung pada ikan mas termasuk miogenik, yaitu jantung yang tetap berdetak ritmis meskipun hubungan dengan saraf telah terputus (Gonawi dkk., 2008).
Ikan mempunyai organ sirkulasi darah dalam tubuh yang disebut jantung. Jantung merupakan suatu pembesaran otot yang spesifik dari pembuluh darah atau suatu struktur muskular berongga yang bentuknya menyerupai kerucut dan dilingkupi atau diselimuti oleh kantung perikardial (perikardium). Kontraksi otot jantung ikan yang ditimbulkan merupakan sarana untuk mengkonversi energi kimiawi menjadi energi mekanik dalam bentuk tekanan dan aliran darah. Jantung ikan terdiri dari dua ruang yaitu atrium (auricle) yang berdinding tipis dan ventrikel yang berdinding tebal serta terdapat ruang tambahan berdinding tipis yang disebut sinus venosus. Ruang ini berfungsi sebagai penampung darah dari ductus cuvieri dan vena hepaticus, serta mengirimkannya ke atrium. Antara sinus venosus dengan atrium terdapat katup sinustrial. Darah kemudian dikirim ke ventrikel untuk mencegah darah tersebut kembali ke atrium dilakukan oleh katup antrioventricular. Sistem kerja jantung yang seperti pompa memiliki dua mekanisme gerak yaitu sistole dan diastole. Sistole adalah keadaan pada saat ventrikel menyempit dan mengalami kontraksi, sedangkan diastole adalah keadaan pada saat ventrikel mengembang dan mengalami relaksasi (Putri dkk., 2009).
5
 
Jantung adalah suatu organ yang berupa benda berongga dan terletak dalam ronga ruang mediastinal atau bagian posterior lengkung insang. Organ ini merupakan suatu pompa yang terdiri atas otot licin yang secara ritmis berkontraksi untuk memompa darah dari vena ke arteri. Untuk melaksanakan fungsi ini jantung mempunyai suatu sistem klep yang menyebabkan darah mengalir ke satu arah (Timang dkk., 2010).
Sinus venosusa dalah ruang tambahan atau kantung yang berdinding tipis, hampir tidak mengandung jaringan otot. Dinding kaudalnya bersatu dengan bagian depan dari septum transversum, yang memisahkan rongga pericardial dari rongga pleuroperitoneal. Darah venus dari seluruh tubuh, masuk di sinus venosus melalu sepasang ductus Cuvieri yang masuk di bagian lateral, dan sepasang sinus hepaticus yang masuk pada dinding posteriordari sinus venosus. Vena coronaria yang datang dari dinding otot jantung, juga masukdari sinus venosus. Dari sini darah melalui lubang sinus atrial masuk ke dalam atrium atau dengan kata lain bahwa kantung berdinding tipis ini berfungsi untuk menanpungdarah dari vena hepatika yang membawa darah dari vena kardial anterior dan posterior (Burhanuddin, 2008).
Denyut jantung dibagi menjadi dua tipe yaitu neurogenik dan jantung meogenik. Jantung neurogenik adalah jantung pada hewan tingkatan rendah (invertebrata), yang aktivitasnya diatur oleh sistem syaraf sehingga jika hubungan syaraf dengan jantung diputuskan maka jantung akan berhenti berdenyut. Jantung miogenik denyutnya akan tetap ritmis meskipun hubungan dengan syaraf diputuskan. Bahkan bila jantung katak diambil selagi masih hidup dan ditaruh dalam larutan fisiologis yang sesuai akan tetap berdenyut. Jantung meogenik terdapat pada jaringan otot jantung khusus yang membuat simpul (nodal tissue) yang merupakan penggerak jantung. Letak simpul pada ikan dan amfibi pada sinus venosus. Pada vertebrata yang lebih tinggi, simpul yang mengeluarkan impuls yang ritmis itu letaknya pada atrium dekat vena cava yang disebut simpul sinoatrial (SA) (Putri dkk., 2009).
6
 
Ikan mas tergolong ikan teleostei. Oleh karena itu, jantung ikan mas memiliki conus arterious yang sudah tereduksi menjadi suatu struktur yang sangat kecil dan memiliki bulbus arterious yang berkembang dengan baik. Denyut jantung pada ikan mas termasuk tipe jantung meogenik, yaitu jantung yang tetap berdetak ritmis meskipun hubungan dengan saraf terputus. Rata-rata kecepatan denyut jantung ikan mas dengan berat tubuh 200-500 gram adalah 35-40 tiap menit. Jantung ikan mas teleostei umumnya terdapat di belakang insang bagian depan rongga badan dan diatas ithmus. Organ jantung ini dilapisi oleh selaput tipis yang disebut lapisan pericardium (Gonawi, dkk., 2008).
Sistem Peredaran Darah Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Secara umum, sistem peredaran darah pada ikan mirip system hydraulic yang terdiri atas sebuah pompa, pipa, katup dan cairan. Meskipun jantung pada teleostei terdiri atas empat bagian, namun pada kenyataannya mirip dengan satu silinder atau piston tunggal dengan sirkulasi tertutup. Artinya darah meninggalkan jantung dan kembali ke jantung. Berawal dari jantung, darah meninggalkan jantung dan jembali ke jantung. Berawal dari jantung, darah menuju insang untuk melakukan pertukaran gas. Selanjutnya darah dialiri kedorsal aorta dan terbagi kesenap organ-organ tubuh melalui saluran-saluran kecil (Gonawi dkk., 2008).       
Sistem sirkulasi ikan berupa sistem peredaran darah tertutup atau peredaran darah tunggal. Pada sisitem peredaran darah tunggal darah melalui jantung hanya satu kali peredaran. Darah dari seluruh tubuh yang mengandung karbon dioksida mengalir ke sinus venosus, kemudian masuk ke atrium. Sinus venosus adalah ruang atau rongga jantung yang terletak diantara ventrikel dan atrium. Pada saat jantung mengendur, darah mengalir melalui klep, masuk kedalam ventrikel. Dari ventrikel darah diteruskan ke konus ateriosus, kemudian menumju aorta ventralis dan dilanjutkan ke insang. Di Insang, aorta bercabang-cabang menjadi kapiler-kapiler (pembuluh-pembuluh kecil). Kapiler-kapiler insang melepaskan karbon dioksiada dan mengambil oksigen dari air. Dari kapiler-kapiler insang, darah mengalir ke aorta dorsalis yang bercabang-cabang. Dari cabang-cabang aorta dorsalis ini darah mendistribusikan ke kapiler-kapiler seluruh bagian tubuh. Selain darah juga mengambil kabron dioksida untuk dibawa kembali ke jantung melalaui vena kava dan sinus venosus (Timang dkk., 2010).
7
 
Pada proses peredaran darah pisces, darah dari seluruh tubuh mengandung CO2 berkumpul di sinus venosus, kemudian masuk ke serambi dalam jantung melalui vena. Selanjutnya, darah dari serambi masuk ke bilik dan dipompa menuju insang melewati konus arterious, aorta ventralis, dan empat pasang arteri aferen brakialis. Seiring dengan respirasi pisces (ikan), O2 dari air masuk kedalam insang dan CO2 dari insang keluar ke air. Setelah itu darah yang kini mengandung O2 masuk kedalam aorta dorsalis yang selanjutnya di edarkan keseluruh tubuh. Dengan demikian, peredaran darah pada ikan disebut peredaran darah tunggal karena darah hanya satu kali melewati jantung (Priambodo dkk., 2013).
Larutan Fisiologis
Larutan fisiologis bersifat osmolaritas, yaitu (tingkat kepekatan) cairannya mendekati serum (bagian cair dari komponen darah), sehingga terus berada di dalam pembuluhdarah. Bermanfaat pada pasien yang mengalami hipovolemi (kekurangan cairantubuh, sehingga tekanan darah terus menurun). Memiliki risiko terjadinya overload (kelebihan cairan), khususnya pada penyakit gagal jantung kongestif danhipertensi. Contohnya adalah cairan Ringer-Laktat (RL), dan normalsaline/larutan garam fisiologis (NaCl 0,9%) (Alfanti, 2007).
Bahan yang sering digunakan untuk pengenceran semen yaitu larutan NaCl. Larutan NaCl memberi sifat buffer, mempertahankan pH semen dalam suhu kamar, bersifat isotonis dengan cairan sel, melindungi sel darah terhadap coldshock dan penyeimbangan elektron yang sesuai. Tetapi penyimpanan semen dengan larutan pengencer NaCl fisiologis hanya bisa digunakan tidak lebih dari 60 menit setelah penampungan karena kurang mengandung sumber energi yang dibutuhkan. Untuk itu perlu tambahan bahan lain yang bersifat memberikan energi atau nutritif sehingga dapat memperpanjang waktu sel jantung untuk bertahan hidup dan mempertahankan detak jantung (Rahardhianto dkk., 2012).


METODOLOGI
Waktu dan Tempat Praktikum
            Praktikum ini dilaksanakan pada hari Selasa, 23 Maret 2017 pukul 13.00-15.00 WIB di Laboratorium Terpadu Program Studi Manajemen Sumberdaya Perairan, Fakultas Pertanian, Universitas Sumatera Utara, Medan.
Alat dan Bahan Praktikum
Alat yang digunakan pada praktikum ini adalah nampan untuk wadah ikan, gunting bedah untuk membedah tubuh ikan, pisau untuk membedah ikan, milimeter blok untuk mengukur panjang tubuh ikan, timbangan untuk mengukur massa ikan, pinset untuk membersihkan organ yang tidak diperlukan, Cawan petri digunakan sebagai wadah jantung yang akan dibedah, stopwatch untuk menghitung waktu.
            Bahan yang digunakan pada praktikum ini adalah ikan yang digunakan sebagai bahan pengamatan, air untuk membersihkan peralatan praktikum, tissue untuk membersihkan peralatan praktikum, NaCl 0,9% sebagai larutan fisiologis ikan.
Prosedur Praktikum
Prosedur pelaksanaan praktikum ini adalah sebagai berikut :
1.    Disiapkan alat dan bahan terlebih dahulu.
2.    Diukur panjang tubuh ikan dengan menggunakan milimeter blok.
3.    Ditimbang berat tubuh ikan dengan menggunakan timbangan.
4.    Dibedah ikan besar dan kecil untuk diambil jantungnya.
5.    Setelah jantung diambil, diletakkan ke dalam cawan petri yang sudah diisi NaCl 0,9%.
6.    Diamati dan dihitung jumlah detak jantung ikan setiap menitnya.
7.    Dicatat hasil praktikum di buku catatan.



HASIL DAN PEMBAHASAN
Hasil
Hasil yang diperoleh dari praktikum ini adalah sebagai berikut :
 










Gambar 1. Ikan Mas (Cyprinus carpio)
 









Gambar 2. Jantung Ikan Mas (Cyprinus carpio)




10
 
Klasifikasi Ikan Mas (Cyprinus carpio)
Kingdom          : Animalia
Filum               : Chordata
Kelas               : Actinopterygii
Ordo                : Percomorphi
Famili              : Chiprinidae
Genus              : Cyprinus
Species            : Cyprinus carpio

Tabel 1. Pengukuran Morfometri Ikan Mas
No
Data Morfometrik
Ikan Besar
Ikan Kecil
1.
Panjang total
30 cm
27 cm
2.
Berat
550 gram
300 gram

Tabel 2. Pengamatan Denyut Jantung Ikan Mas
Waktu
(Menit)
Denyut Jantung Ikan
Ikan Besar (gram)
Ikan Kecil (gram)
1
59
13
2
53
13
3
47
12
4
44
12
5
37
12
6
44
11
7
43
10
8
42
9
9
41
8
10
38
7
11
35
5
12
33
5
13
31
4
14
28
3
15
26
2
16
25
-
17
18
3
18
18
-
19
16
-
20
15
-

 
Pembahasan
Ikan mas (Cyprinus carpio) memiliki tubuh agak bulat, berwarna kuning dan memiliki tiga pasang sungut. Sisik pada ikan mas berbentuk lingkaran dan hidup di perairan tawar. Hal ini sesuai dengan Mudlofar (2012), yang menyatakan bahwa Iikan mas mempunyai bentuk badan agak panjang dan agak pipih, mulut dapat disembulkan dengan tipe terminal. Mempunyai 3 helai sungut yang menempel dirahang atas. Insang terletak tepat dilbelakang rongga mulut di dalam pharynx. Jumlah lengkung insang ada lima pasang. Tetapi hanya empat yang berfilamen insang. Kepala simetris, sisik berbentuk cycloid. Garis rusuk lengkap dan berada di atas dari sirip dada. Tidak memiliki jari-jari sirip yang keras.
Peranan jantung sangat penting dalam hubunganya dengan pemompaan darah keseluruh tubuh melalui sistem sirkulasi darah. Hal ini sesuai dengan pernyataan Uthamy (2012), yang menyatakan bahwa jantung merupakan suatu pembesaran otot yang spesifik dari pembuluh darah atau suatu struktur muskular berongga yang bentuknya menyerupai kerucut dan dilingkupi atau diselimuti oleh kantung perikardial (perikardium). Peranan jantung sangat penting dalam hubunganya dengan pemompaan darah keseluruh tubuh melalui sistem sirkulasi darah, sirkulasi darah adalah sistem yang berfungsi dalam pengangkutan dan penyebaran enzim, zat nutrisi, oksigen, karbondioksida, garam-garam, antibodi dan senyawa N.
Jantung pada setiap makhluk hidup berbeda. Jantung pada manusia memiliki empat ruang sedangkan pada ikan memiliki dua ruang. Hal ini sesuai dengan pernyataan Gonawi dkk., (2008), yang menyatakan bahwa jantung merupakan suatu pembesaran otot yang spesifik dari pembuluh darah atau suatu struktur muskular yang bentuknya menyerupai kerucut yang dilingkupi atau diselimuti oleh kantung perikardial (perikardium). Pada ikan terdapat di bagian restral dari hati dan bagian ventral dari rongga mulut. Jantung pada makhluk hidup berbeda-beda berdasarkan strukturnya. Jantung pada vertebrata misalnya ikan, mempunyai jantung yang terdiri dari dua ruang.

Denyut jantung ikan mas termasuk ke dalam denyut jantung miogenik yang tetap berdetak walaupun sudah dilepas dari tubuhnya saat diletakkan di larutan fisiologis. Hal ini sesuai dengan Putri dkk., (2009), yang menyatakan bahwa denyut jantung dibagi menjadi dua tipe yaitu neurogenik dan jantung meogenik. Jantung neurogenik adalah jantung pada hewan tingkatan rendah (invertebrata), yang aktivitasnya diatur oleh sistem syaraf sehingga jika hubungan syaraf dengan jantung diputuskan maka jantung akan berhenti berdenyut. Jantung miogenik denyutnya akan tetap ritmis meskipun hubungan dengan syaraf diputuskan. Bahkan bila jantung katak diambil selagi masih hidup dan ditaruh dalam larutan fisiologis yang sesuai akan tetap berdenyut.
Dari hasil praktikum dapat diketahui denyut jantung pada ikan kecil lebih besar dibandingkan dengan ikan dewasa. Mekanisme kontrol kerja jantung ada dua yaitu adrenergic dan cholinergic. Hal ini sesuai dengan Japet (2011),  yang menyatakan bahwa anak ikan dan ikan yang kecil mempunyai degupan jantung yang lebih cepat dibanding ikan dewasa dan besar. Degupan jantung ikan menjadi pelan apabila berada dalam air yang dingin dibandingkan dalam air yang agak panas. Jantung ikan terletak pada ruang perikardial disebelah posterior insang, memiliki dua ruang yaitu atrium (diding yang tipis) dan ventrikel (dinding yang tebal). Mekanisme kontrol kerja jantung adrenergic yaitu merangsang jantung berkontraksi dan Cholinergik yaitu menyebabkan jantung relaksasi.
Dari hasil praktikum didapatkan bahwa ikan mas besar memiliki panjang tubuh sebesar 30 cm dan ikan mas kecil 26 cm sedangkan berat tubuh ikan mas besar adalah 490 gr dan ikan mas kecil sebesar 300 gr. Pebandingan berat tubuh ikan mas besar dan kecil adalah 2 : 1. Hal ini sesuai dengan Timang dkk., (2010), yang menyatakan bahwa ikan mas berbentuk memanjang dan sedikit pipih ke samping (Compressed) warna badan yang sangat beragam. Ikan mas memilki berat tubuh yang relatif besar. Pada pengukuran yang telah dilakukan diketahui bahwa tubuh ikan mas memiliki panjang baku 19 cm sedangkan berat tubuh mencapai 500 gr dan panjang usus mencapai 50 cm atau hampir tiga kali lipat dari panjang tubuhnya.
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
Kesimpulan dari praktikum ini adalah sebagai berikut:
1.    Kontraksi otot jantung ikan merupakan salah satu sarana untuk mengkonversi energy kimia menjadi mekanik dalam bentuk tekanan dalam aliran darah.
2.    Jantung ikan  mas diberi larutan fisiologis dikarenakan pada larutan fisiologis terkandung bahan yang komponennya lebih mirip dengan cairan yang ada pada tubuh ikan.
3.    Kontraksi otot jantung pada ikan mas besar lebih lemah dibandingkan dengan ikan mas kecil hal ini disebabkan karena adanya perbedaan aliran energi melalui aliran darah yang masuk ke jantung.
Saran
Sebaiknya peralatan pada laboratorium lebih dilengkapi karena kendala terbesar dari praktikum ini adalah minimnya peralatan pengidentifikasian sehingga lebih banyak membuang waktu.


DAFTAR PUSTAKA
Alfanti, E. F. 2007. Pengaruh Infus tDektrosa 2,5% NaCl 0,45% terhadap Kadar Glukosa Darah Perioperaktif pada Pasien Pediatri. [Tesis]. Universitas Diponegoro, Semarang.

Burhanuddin, A. I. 2008. Peningkatan Pengetahuan Konsepsi Sistematika dan Pemahaman System Organ Ikan yang Berbasis SCL pada Matakuliah Ikhtiologi. Laporan Modul Pembelajaran Berbasis SCL. Universitas Hasanuddin, Makasaar.

Fujaya, Y. 2002. Fisiologi Ikan Dasar Pengembangan Teknologi Perikanan. Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.

Gonawi, G. R., Mardia, S. Aprilia, F. I. Putri, dan H. Kasmanhadi. 2008. Studi Kontraksi Otot Jantung Ikan Mas (Cyprinus carpio) dalam Upaya Peningkatan Komoditas Perikanan Darat. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Japet, N. 2011. Karakteristik Semen Ikan Ekonomis Budidaya: Mas (Cyprinus carpio), dan Patin (Pangasius hypophthalmus). [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Lagler, K. F., J. E. Bardach., R. R. Miller dan D. R. M. Passino. 1977. Ichtiology. Canada.

Mudlofar, M. 2012. Analisis Usaha Pembesaran Ikan Mas (Cyprinus Carpio) Pada Keramba Jaring Apung di Kelurahan Parit Mayor Kecamatan Pontianak Timur. [Tesis]. Program Pascasarjana. Universitas Terbuka, Jakarta.

Priambodo, A., A. Sulistyo, A. Susilo, A. P. Astutik, C. Nisaa’, C. Kustiyani. 2013. Tugas Kuliah Mata Kuliah Biologi. fakultas Pertanian. Universitas Sebelas Maret, Surabaya.

Pudjirahaju, A., Rustidja dan S.B. Sumitro. 2008. Penelusuran Genotipe Ikan Mas (Cyprinus carpio L. ) Strain Punten Gyogenetik. Jurnal Ilmu Perairan dan Perikanan Indonesia. 15 (1): 13-19.

Putri, F. E., G. F. Arddhiagung, dan S. J. Nugroho. 2009. Kontraksi Otot Jantung Ikan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Rahardhianto, A., N. Abdulgani dan N. Trisyana. 2012. Pengaruh Larutan Madu dalam NaCl Fisiologis terhadap Viabilitas dan Mortalitas Spermatozoa Ikan Patin (Pangasius pangasius) Selama Masa Penyimpanan. Institut Teknologi Sepuluh November, Surabaya.


Sirait, H. 2011. Keanekaragaman dan Distribusi Ikan di Perairan Pulau Kampai Kecamatan Pangkalan Susu Kabupaten Langkat Sumatera Utara. [Skripsi]. Universitas Sumatera Utara, Medan.

Timang, Y., S. R. Akram, M. T. Nagir. R. Ali, R. Y. Angeliza. 2010. Sistem Sirkulasi dan Jantung. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Hasanuddin, Makassar.

Uthamy, C. P. 2012. Peangaruh Subsitusi Telur Ayam pada Pakan Terhadap Laju Pertumbuhan Ikan Mas (Cyprinus carpio, L.). Universitas negeri Yogyakarta, Yogyakarta.

Wihartyas, V. F. 2015. Efektivitas Pemberian Ikan Mas (Cyprinus Carpio) dalam Menurunkan Jumlah  Jentik dan Persepsi Masyarakatnya (Studi Kasus di RW 06 Kelurahan Sukorejo Kecamatan Gunungpati Kota Semarang). [Skripsi]. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang, Semarang.





Tidak ada komentar:

Posting Komentar