MAKAN
DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN GURAMI
(Osphronemus gourami)
Oleh
:
Reni Zulika
Sinaga
130302032
MATA KULIAH BIOLOGI PERIKANAN
PROGRAM
STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
SUMATERA UTARA
2017

Puji dan syukur penulis
ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga
dapat menyelesaikan laporan Fisiologi Hewan Air yang berjudul “Makanan dan Kebiasaa Makan Ikan Gurami (Osphronemus gourami)”. Laporan ini merupakan salah satu syarat masuk
untuk praktikal Laboratorium Biologi Perikanan.
Pada
kesempatan ini penulis mengucapkan
terimakasih kepada Ibu Dr.
Ani Suryanti, S.Pi, M.Si selaku dosen Biologi Perikanan. Penulis juga
mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membimbing penulis dalam
menyelesaikan makalah ini.
Demikianlah makalah ini
penulis selesaikan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pihai-pihak yang
membutuhkan.
Medan, Juni 2017
Penulis
DAFTAR
ISI
Halaman
KATA
PENGANTAR................................................................................ i
DAFTAR
ISI............................................................................................. ii
DAFTAR
GAMBAR................................................................................. iii
PENDAHULUAN
Latar Belakang................................................................................. 1
Tujuan Penulisan.............................................................................. 2
Manfaat
Penulisan............................................................................ 2
TINJAUAN PUSTAKA
Ikan
Gurami (Osphronemus gouramy)................................................ 3
Kebiasaan Makan Ikan...................................................................... 4
Makanan Ikan.................................................................................. 6
KESIMPULAN DAN SARAN
Kesimpulan
.................................................................................... 11
Saran.............................................................................................. 11
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
Latar
Belakang
Ikan
sebagai hewan air memiliki beberapa fisiologi yang tidak dimiliki oleh hewan
darat. Perbedaan habitat menyebabkan perkembangan organ-organ ikan disesuaikan
dengan kondisi lingkungan. Misalnya sebagai hewan hidup di air baik itu di
perairan tawar maupun di perairan laut menyebabkan ikan harus dapat mengetahui
kekuatan arah arus, karenanya ikan dilengkapi dengan organ yang dikenal dengan
linnea lateralis. Organ ini tidak ditemukan pada hewan darat. Contoh lain
perbedaan konsentrasi antara medium tempat hidup dan konsentrasi cairan tubuh
memaksa ikan melakukan osmoregulasi untuk mempertahankan konsentrasi cairan
tubuhnya akibat difusi dan osmose (Fujaya, 2002).
Ikan merupakan salah satu jenis hewan vertebrata
yang bersifat poikilotermis. Memiliki ciri khas pada tulang belakang, dan
siripnya, serta bergantung pada air sebagai medium untuk kehidupan. Ikan
memiliki keanekaragaman bentuk, ukuran, habitat, serta distribusi jenis ikan
berdasarkan perbedaan
ruang dan waktu sehingga membutuhkan pengetahuan tentang pengelompokan atau
pengklasifikasian ikan pada umumnya bentuk tubuh ikan berkaitan dengan suatu
kategori, namun terdapat pula jenis ikan yang memliki bentuk kombinasi. Ikan memiliki kemampuan didalam air
untuk bergerak menggunakan siripnya, serta bergantung pada air untuk
kehidupannya, ikan memiliki kemampuan didalam air untuk bergerak deengan
menggunakan siripnya (Widayati
dkk, 2013).
Ikan gurami merupakan ikan asli perairan
Indonesia yang sudah menyebar ke seluruh perairan Asia Tenggara dan Cina.
Masyarakat Indonesia sudah lama mengenal gurami, rasa dagingnya yang gurih dan
lezat sangat digemari masyarakat. Gurami termasuk salah satu dari 12 komoditas
untuk pemenuhan gizi masyarakat.Gurami banyak dikembangkan oleh para petani,
hal ini dikarenakan permintaan pasar yang cukup tinggi dan pemeliharaannya yang
relatif mudah. Namun salah satu jenis ikan yang mempunyai nilai ekonomis tinggi
ini memiliki pertumbuhan yang lambat tetapi dapat diatasi dengan pemberian
pakan berkualitas dalam jumlah yang cukup (Lucas dkk, 2015).
Ikan gurame memiliki tubuh agak panjang, tinggi, dan
pipih ke samping. Ukuran mulutnya kecil, miring, dan dapat disembullkan. Ikan
gurame memiliki garis lateral tunggal, lengkap, dan tidak terputus. Sisiknya
stenoid (tidak membulat secara penuh) dan berukuran besar. Ikan ini memiliki
gigi pada rahang bawah. Gurame umumnya hidup pada perairan tawar, namun
ditemukan juga gurame yang hidup di perairan payau. Ikan gurame dilengkapi
dengan alat pernafasan tambahan berupa labirin yang terletak di dalam rongga insang.
Ikan gurame dapat menghirup oksigen langsung dari udara pada perairan yang
miskin oksigen. Gurame tergolong ikan yang peka terhadap suhu rendah, suhu
optimal untuk ikan gurame berkisar antara 28-32 oC. Ikan gurame
lebih menyukai perairan yang jernih, dan tenang. Cara pergerakan ikan gurame
dalam kolom air adalah vertikal (naik-turun) sehingga lebih menyukai perairan
yang agak dalam (Aini, 2008).
Proses metabolisme ikan meningkat jika suhu naik hingga dibawah batas
yang mematikan. Berdasarkan hokum van’t hoff, kenaikan suhu sebesar 100 C
akan menyebabkan kecepatan reaksi metabolism meningkat 2-3 kali lipat
dibandingkan kondisi normal. Kebutuhan protein pada ikan untuk mendapatkan
pertumbuhan yang optimum sangat dipengaruhi oleh suhu (Kantun,
2012).
Pencernaan
secara fisik dan mekanik dimulai di bagian rongga mulut yaitu
dengan berperannya
gigi pada proses pemotongan dan penggerusan makanan. Pencernaan secara mekanik
ini juga berlangsung di segmen lambung dan usus yaitu melalui gerakan-gerakan
(kontraksi) otot pada segmen tersebut. Pencernaan secara mekanik di segmen
lambung dan usus terjadi lebih efektif oleh karena adanya peran cairan
digestif. Pada ikan, pencernaan secara kimiawi dimulai di bagian lambung, hal
ini dikarenakan cairan digestif yang berperan dalam proses pencernaan secara
kimiawi mulai dihasilkan di segmen tersebut yaitu disekresikan oleh kelenjar
lambung. Pencernaan ini selanjutnya disempurnakan di segmen usus. Cairan
digestif yang berperan pada proses pencernaan di segmen usus berasal dari hati,
pankreas, dan dinding usus itu sendiri. Kombinasi antara aksi fisik dan kimiawi
inilah yang menyebabkan perubahan makanan dari yang asalnya bersifat komplek
menjadi senyawa sederhana atau yang asalanya berpartikel makro menjadi partikel
mikro (Kusrini dkk, 2007).
Makanan alami ikan terdiri atas berbagai jenis
tumbuhan dan hewan yang hidup di perairan. Ketika masih berbentuk benih,
makanan yang disukainya berupa zooplankton (plankton hewani), seperti Rotifera
, Moina, atau Daphnia . Selain itu, benih ikan nila juga memakan alga atau
lumut yang menempel di bebatuan yang ada di habitatnya. Saat di budidayakan,
nila juga memakan tanaman air yang tumbuh di kolam. Jika telah mencapai ukuran
dewasa, ikan ini bisa diberi berbagai pakan tambahan seperti pellet (Nuraeni,
2013).
Makanan
merupakan faktor yang sangat penting dalam suatu organisme karena dapat
menentukan luas penyebaran suatu spesies serta dapat mengontrol besarnya suatu
populasi. Suatu organisme dapat hidup tumbuh dan berkembang karena adanya
energi yang berasal dari makanan yang. Makanan yang terdapat pada lambung
dikelompokkan sebagai makanan utama serta makanan tambahan. Dengan mengetahui
makanan suatu jenis ikan maka dapat ditentukan kedudukan ikan itu apakah
sebagai predator atau competitor (Astuti, 2011).
Kebiasaan makanan ikan dipelajari untuk menentukan
gizi alamiah ikan tersebut. Pengetahuan tentang kebiasaan makanan ikan dapat
digunakan untuk melihat hubungan ekologi di antara organisme di perairan tempat
mereka berada, misalnya bentuk pemangsaan, persaingan, dan rantai makanan.
Jadi, makanan dapat merupakan faktor yang menentukan bagi keberadaan populasi (Irawati, 2011).
Tujuan Praktikum
Tujuan dari penulisan ini ini adalah
sebagai berikut:
1.
Untuk mengetahui jenis makanan pada ikan gurami
(Osphronemus gourami).
2.
Untuk mengetahui kebiasaan makan ikan gurami
(Osphronemus gourami).
3.
Untuk mengetahui metode pengukuran jenis
makanan dengan metode volumetrik dan gravimetrik pada ikan.
Manfaat Praktikum
Manfaat dari
praktikum ini yaitu sebagai syarat dalam mengikuti praktikal test praktikum
Biologi Perikanan dan sebagai sumber informasi bagi pihak-pihak yang
membutuhkan.
TINJAUAN
PUSTAKA
Ikan
Gurami (Osphronemus gouramy)
Gurame merupakan jenis ikan konsumsi air tawar,
bentuk badan pipih lebar, bagian punggung berwarna merah sawo dan bagian perut
berwarna kekuning-kuningan atau keperak-perakan. Ikan gurami merupakan keluarga
Anabantidae, keturunan helostoma dan bangsa labyrinthici. Ikan gurami berasal dari
perairan daerah Sunda (Jawa Barat, Indonesia), dan menyebar ke Malaysia,
Thailand, Ceylon, dan Australia. Pertumbuhan ikan gurami agak lambatdibanding
ikan air tawar jenis lain. Di Indonesia, orang Jawa menyebutkan Gurami,
Guramih, orang Sumatera ikan Kalau, Kala, Kalui, sedangkan di Kalimantan
disebut Kalui. Orang Inggris menyebutnya ‘Giant
Gouramy’, karena ukurannya yang besar sampai mencapai berat 5 kg (Rosadi,
2012).
Ikan gurame memiliki tubuh agak panjang, tinggi, dan
pipih ke samping. Ukuran mulutnya kecil, miring, dan dapat disembullkan. Ikan
gurame memiliki garis lateral tunggal, lengkap, dan tidak terputus. Sisiknya
stenoid (tidak membulat secara penuh) dan berukuran besar. Ikan ini memiliki
gigi pada rahang bawah. Gurame umumnya hidup pada perairan tawar, namun
ditemukan juga gurame yang hidup di perairan payau. Ikan gurame dilengkapi
dengan alat pernafasan tambahan berupa labirin yang terletak di dalam rongga
insang. Ikan gurame dapat menghirup oksigen langsung dari udara pada perairan
yang miskin oksigen. Gurame tergolong ikan yang peka terhadap suhu rendah, suhu
optimal untuk ikan gurame berkisar antara 28-32 oC. Ikan gurame
lebih menyukai perairan yang jernih, dan tenang. Cara pergerakan ikan gurame
dalam kolom air adalah vertikal (naik-turun) sehingga lebih menyukai perairan
yang agak dalam (Aini, 2008).
Ciri
–ciri ikan ini mempunyai bentuk badan
panjang, lebar atau pipih ke samping, badan tertutup sisik–sisik yang besar tampak kasar dan kuat. Ikan gurami
dapat tumbuh dan berkembang di perairan
tawar pada ketinggian antara 0– 800 meter dari permukaan laut. Ikan ini
menyukai perairan yang dalam, jernih dan tenang. Ikan gurami dapat tumbuh baik
pada kondisi air yang mempunyai suhu 24–280 C dan pH 6,5–7,8. Ikan
gurami termasuk hewan omnivora (pemakan segala) dari larva sampai benih berumur
4 bulan (Darini, 2010).
Pakan Ikan
Pakan merupakan salah satu
faktor pembatas bagi organisme yang dibudidayakan. Sebagian besar stadia awal
larva ikan yang memerlukan pakan alami fitoplankton atau zooplankton.
Fitoplankton sangat dibutuhkan dalam kegiatan budidaya yang bersifat komersial,
seperti pada jenis ikan (larva dan atau dewasa), bivalvia dan moluska (larva,
juvenil dan dewasa). Beberapa faktor yang perlu diperhatikan dalam pemilihan
pakan alami adalah ukuran yang sesuai dengan bukaan mulut larva, mudah dicerna,
tidak beracun, mudah dikultur secara massal dan mengandung nutrisi tinggi. Ikan membutuhkan pakan yang cukup, baik dari segi kuantitas maupun
kualitas untuk keperluan perkembangan dan keberhasilan hidupnya. Besarnya
populasi ikan dalam suatu perairan antara lain juga ditentukan oleh pakan yang
tersedia. Pakan yang dimakan oleh ikan akan mempengaruhi pertumbuhannya,
kematangan individu serta keberhasilan hidupnya. Ketersediaan pakan dalam
perairan selain dipengaruhi oleh kondisi biotik juga ditentukan oleh kondisi
abiotik seperti suhu, cahaya, ruang dan luas permukaan pada perairan tersebut
(Dani dkk, 2005).
Ikan
membutuhkan pakan sejak mulai hidup dari ukuran larva (burayak), dewasa sampai
ukuran induk. Fungsi pakan adalah untuk pertumbuhan dan kelangsungan hidup.
Pakan yang dimakan oleh ikan pertama-tama digunakan untuk kelangsungan hidup
dan apabila ada kelebihannya akan dimanfaatkan untuk pertumbuhan. Jadi bila
menghendaki pertumbuhan ikan yang baik, maka harus diberi sejumlah pakan yang
melebihi kebutuhan untuk pemeliharaan tubuhnya (Murjani, 2009).
Pelet merupakan pakan buatan yang dipadatkan,
dikompakkan melalui proses mekanik. Pelet dicetak dalam bentuk gumpalan dan
silindier kecil yang berbeda diameter, panjang, dan tingkat keuatannya. Jenis
pakan buatan bentuk pelet ada dua macam yaitu pelet terapung atau melayang dan
pelet tenggelam. Pelet terapung atau melayang diberikan untuk ikan-ikan yang
hidup di permukaan air sedangkan pelet tenggelam diberikan untuk ikan-ikan yang
hidup di dasar perairan (Subandiyah dkk, 2003).
Jentik
nyamuk terdiri dari kepala, toraks, dan abdomen, serta ada corong udara dengan
pekten dan sekelompok bulu-bulu. Sepanjang hidupnya, jentik kebanyakan berdiam
di permukaan air walaupun mereka akan berenang ke dasar kontainer jika
terganggu atau sedang mencari makanan. Pada saat istirahat, jentik membentuk
sudut dengan permukaan air (Subekti dkk, 2011).
Cacing
sutera (Tubifex sp.) merupakan pakan alami yang paling disukai oleh ikan
air tawar. Cacing (Tubifex sp.) sangat baik bagi pertumbuhan ikan air
tawar karena kandungan proteinnya tinggi. Pakan buatan adalah makanan ikan yang
dibuat dari campuran bahan-bahan alami dan atau bahan olahan yang selanjutnya
akan dilakukan proses pengolahan serta dibuat dalam bentuk tertentu sehingga
tercipta daya tarik (merangsang) ikan untuk memakannya dengan mudah dan lahap,
salah satu contoh pakan buatan yaitu pelet baik pelet tenggelam ataupun pelet
terapung (Aggraeni dan Nurlita, 2013).
Kebiasaan Makan Ikan
Makanan
merupakan faktor yang sangat penting dalam suatu organisme karena dapat
menentukan luas penyebaran suatu spesies serta dapat mengontrol besarnya suatu
populasi. Suatu organisme dapat hidup tumbuh dan berkembang karena adanya
energi yang berasal dari makanan yang dimakan. Makanan yang terdapat pada
lambung dikelompokkan sebagai makanan utama serta makanan tambahan. Dengan
mengetahui makanan suatu jenis ikan maka dapat ditentukan kedudukan ikan itu
apakah sebagai predator atau competitor (Astuti, 2011).
Kebiasaan makanan adalah jenis, kuantitas dan
kualitas makanan yang dimakan oleh ikan, sedangkan kebiasaan cara makan adalah
segala sesuatu yang berhubungan dengan waktu, tempat dan lebih lanjut,
bagaimana cara ikan memperoleh makanannya. Faktor-faktor yang menentukan suatu
jenis ikan akan memakan suatu jenis organisme adalah ukuran makanan,
ketersediaan makanan, warna, rasa, tekstur makanan dan selera ikan terhadap
makanan.Kebiasaan makanan ikan dipelajari untuk menentukan gizi alamiah ikan
tersebut. Pengetahuan tentang kebiasaan makanan ikan dapat digunakan untuk
melihat hubungan ekologi di antara organisme di perairan tempat mereka berada,
misalnya bentuk pemangsaan, persaingan, dan rantai makanan. Jadi, makanan dapat
merupakan faktor yang menentukan bagi keberadaan populasi (Irawati, 2011).
Cara ikan mengambil makanan dari alam lingkungan
sangat bervariasi yaitu tergantung pada ukuran, umur ikan, spesies ikan dan
sipat ikannya. Dalam upaya mendapatkan dan memakan makanannya sangat
dipengaruhi oleh posisi keberadaan mangsa yang akan dimakan, aktivitas gerak
dari mangsa, bentuk makanan, ukuran makanan dan warna dari makanan yang akan
dimakan.
Ikan akan
aktif bergerak dengan bantuan dari semua sirip yang dimilikinya, tetapi apabila
kesehatan ikan atau organnya berupa sirip ini terganggu ini akan mempengaruhi pergerakan
dari ikan-ikan tersebut (Denny, 2012).
Berdasarkan
cara makan ikan dapat kita bedakan menjadi 5 golongan yaitu pemangsa (Predator),
penghisap (Sucker), penggerogot (Grazer), parasit dan penyaring (Strainer).
Beberapa larva ikan termasuk kedalam ikan yang memiliki cara makandengan tipe
penghisap atau sucker, ikan penghisap (sucker) adalah ikan-ikan
yang cara mengambil makanannya dengan jalan menghisap lumpur atau pasir di
dasar perairan akan tetapi sebagian dari ikan penghisap ini ada yang memiliki
kemampuan untuk memisahkan bahan makanan dari yang bukan bahan makanan maka
melimpahnya fitoplankton di kolam pemeliharaan larva ikan memudahkan larva ikan
untuk mengkonsumsinya dengan cara menghisapnya (Widiana dkk, 2013).
Analisis kebiasaan makanan dilakukan dengan cara membedah ikan
contoh dan mengambil saluran pencernaan (lambung dan usus), kemudian diawetkan
dalam larutan formalin 4% untuk selanjutnya dianalisis (identifikasi)
jenis makanannya Semua jenis organisme yang terdapat dalam alat pencernaan
dicatat. Identifikasi jenis organisme yang ditemukan pada saluran pencernaan
dapat digunakan untuk menentukan golongan ikan dengan akurat (Astuti, 2011).
Metode volumetrik dilakukan dengan cara mengukur
volume isi alatpencernaan tiap individu. Kemudian keringkan dengan menggunakan
kertassaring atau tisu. Memisahkan masing-masing organisme yang sejenis dan
ukurvolumenya dengan dikeringkan terlebih dahulu. Jenis makanan yang tidak
dapatditentukan dimasukkan ke dalam kelompok makanan yang tidak
teridentifikasi. Volume organisme sejenis dibandingkan dengan volume total isi
pencernaanmakanan dan dinyatakan dalam persen. Volume total keseluruhan jenis
makananadalah 100 % (Sari, 2008).
Pembahasan
Ikan
gurami akan mengkonsumsi pakan yang sesuai dengan kabutuhannya untuk melakukan
proses metabolisme. Pakan yang dikonsumsi oleh ikan dapat mempengaruhi
pertumbuhan karena pakan yang masuk mengandung protein dan karbohidrat. Hal ini sesuai dengan Murjani (2009), yang menyatakan bahwa ikan membutuhkan pakan sejak mulai hidup dari ukuran larva (burayak),
dewasa sampai ukuran induk. Fungsi pakan adalah untuk pertumbuhan dan
kelangsungan hidup. Pakan yang dimakan oleh ikan pertama-tama digunakan untuk
kelangsungan hidup dan apabila ada kelebihannya akan dimanfaatkan untuk
pertumbuhan. Jadi bila menghendaki pertumbuhan ikan yang baik, maka harus
diberi sejumlah pakan yang melebihi kebutuhan untuk pemeliharaan tubuhnya.
Ikan gurami termasuk jenis ikan herbivora karena
memiliki panjang saluran usus atau saluran pencernaan yang panjangnya dua kali
lipat dari panjang tubuhnya. Hal ini sesuai dengan Asyari dan Fatah (2011) yang
menyatakan bahwa semua saluran pencernaan ikan telah disesuaikan dengan makanan
yang dikonsumsi oleh ikan tersebut, agar proses mencerna makanan dapat
berlangsung optimum. Ikan yang bersifat herbivora memiliki saluran pencernaan
yang lebih panjang dibandingkan ikan omnivora dan karnívora karena jenis
makanan yang dimakan seperti tumbuh-tumbuhan dan lainnya lebih susah hancur
sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk mencernanya. Pada ikan
vegetaris (herbivora) saluran pencernaan dapat tiga kali panjang tubuhnya.
Organ pencernaan pada ikan gurami dimulai mulut yang
berfungsi sebagai tempat masuknya makanan, kerongkongan, lambung, usus dan
berakhir di anus. Usus berfungsi sebagai alat pencernaan dan anus sebagai
tempat pengeluaran sisa-sisa makanan. Hal ini sesuai dengan wahyuningsih dkk,
(2013) yang menyatakan bahwa secara umum organ pencernaan yang terdiri atas
mulut, rongga mulut, tekak, kerongkongan, lambung, pylorus, usus dan anus.
Mulut berfungsi untuk mengambil makanan yang biasanya di telan bulat-bulat
tanpa ada perubahan, tekak terletak anatara mulut bagian belakan dan insang
bagian belakang.
Ikan gurami mempunyai kebiasaan makan dengan
melakukan penggerogotann
pada makananya. Ukuran mulut ikan gurami tergolong kecil dan mempunyai
gigi-gigi yang kacil. Hal ini sesuai dengan Widiana dkk, (2013) yang menyatakan bahwa
berdasarkan cara makan ikan dapat
kita bedakan menjadi 5 golongan yaitu pemangsa (Predator), penghisap (Sucker),
penggerogot (Grazer), parasit dan penyaring (Strainer). Beberapa
larva ikan termasuk kedalam ikan yang memiliki cara makan dengan tipe penghisap
atau sucker, ikan penghisap (sucker) adalah ikan-ikan yang cara
mengambil makanannya dengan jalan menghisap lumpur atau pasir di dasar perairan
akan tetapi sebagian dari ikan penghisap ini ada yang memiliki kemampuan untuk
memisahkan bahan makanan dari yang bukan bahan makanan maka melimpahnya
fitoplankton di kolam pemeliharaan larva ikan memudahkan larva ikan untuk
mengkonsumsinya dengan cara menghisapnya.
Pengamatan
kebiasaan makan ikan dapat dilihat dengan membedah ikan, lalu diambil saluran
pencernaannya atau usus, kemudian dimasukkan dalam tabung reaksi lihat volume
usus, lalu kerik bagian dalam usus dan masukkan kembali kedalam tabung reaksi
yang sudah berisi air. Hal ini sesuai dengan Astuti (2011), yang menyatakan
bahwa analisis kebiasaan makanan dilakukan dengan cara membedah ikan
contoh dan mengambil saluran pencernaan (lambung dan usus), untuk selanjutnya
dianalisis (identifikasi) jenis makanannya Semua jenis organisme yang terdapat
dalam alat pencernaan dicatat. Identifikasi jenis organisme yang ditemukan pada
saluran pencernaan dapat digunakan untuk menentukan golongan ikan dengan
akurat.
Dalam pengukuran volume isi pencernaan ikan gurami
dapat dilakukan dengan menggunakan metode volumetrik. Dilakukan dengan
mengkerik isi usus ikan gurami lalu dihitung selisih volume usus dengan yang
belum dikerik dalam tabung reaksi, yaitu didapat ikan 1 = 57%, ikan 2 = 100% dan ikan 3 = 33%. Hal ini Sari (2008),
yang menyatakan bahwa metode volumetrik dilakukan dengan cara mengukur volume
isi alat pencernaan tiap individu. Kemudian keringkan dengan menggunakan kertas
saring atau tisu. Memisahkan masing-masing organisme yang sejenis dan ukur
volumenya dengan dikeringkan terlebih dahulu. Jenis makanan yang tidak dapat
ditentukan dimasukkan ke dalam kelompok makanan yang tidak teridentifikasi.
Volume organisme sejenis dibandingkan dengan volume total isi pencernaan
makanan dan dinyatakan dalam persen. Volume total keseluruhan jenis makanan
adalah 100 %.
Kesimpulan
Kesimpulan yang diperoleh dari
praktikum yang dilakukan adalah sebagai berikut:
1.
Ikan
gurami
memakan tanaman air dan fitoplankton.
2.
Ikan gurami termasuk jenis ikan
herbivora yaitu pemakan tumbuhan. Karena itu, ikan gurami mempunyai panjang
usus dua kali lipat dari tubuhnya.
3.
Metode volumetrik dihitung dengan
menghitung volume organisme sejenis dibandingkan dengan volume total isi
pencernaan makanan dan dinyatakan dalam persen. Volume total keseluruhan jenis
makanan adalah 100 %. Sedangkan metode gravimetrik dihitung dengan mengitung
berat suatu jenis makanan dibanding dengan berat total jenis makanan dan
dinyatakan dalam persen.
Saran
Saran
yang dapat diberikan pada praktikum ini adalah hendaknya alat lebih dilengkapi
lagi dan dalam melakukan suatu pembedahan perlu dilakukan secara hati-hati agar
bagian yang akan diamati tidak rusak dan dalam pengamatannya berjalan dengan
lancar.
DAFTAR
PUSTAKA
Aini, Y. 2008. Kinerja Pertumbuhan Ikan Gurame Pada Media Bersalinitas 3
Ppt Dengan Paparan Medan Listrik. [Skripsi]. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Astuti, E., Abduljabarsyah., Irawati. 2011. Studi Aspek Kebiasaan Makanan Ikan Nomei yang
Tertangkap di Perairan Juata Laut Tarakan.
Universitas Borneo, Tarakan..
Fujaya.
Y. 2002. Fisiologi Hewan Ikan. Depertemen Pendidikan Nasional. Jakarta.
Irawati. 2011.
Kebiasaan
Makanan Ikan Merah (Lutjanus boutton)di Perairan Pallameang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan. Universitas Hasanuddin, Makassar.
Kantun, W. 2012. Temperatur dan reproduksi. Sekolah Tinggi Infomasi dan
Teknologi Balik Dewa, Indonesia.
Kusrini, E.,
Nurul, H., K., Adi, S. Dan Marlina, A. 2010. Anatomi Organ Pencernaan Ikan Nila Merah Oreochromis Sp. Institut
Pertanian Bogor, Bogor.
Lucas, W. G. F., O. J. Kalesaran, dan C.
Lumenta. 2015. Pertumbuhan dan
kelangsungan hidup larva gurami (Osphronemus gouramy) dengan pemberian
beberapa jenis pakan. Jurnal Budidaya Perairan. 3 (2) : 19-28.
Nurani, F. R., Novi, R. S.,
Bountyfa., Yessy, N. 2010. Pengaruh Penambahan Perasan Kunyit
(Curcuma longa) pada Pakan terhadap Daya Cerna dan Pertumbuhan Ikan Gurami (Osphronemus Gouramy). Universitas Airlangga, Surabaya.
Rosadi, D. 2012. Pola
Keruangan Budidaya Kolam Ikan Gurami di Kecamatan Singaparna, Kabupaten
Tasikmalaya, Jawa Barat. [Skripsi]. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan
Alam. Universitas Indonesia, Depok.
Sari, F. W. 2008. Studi Kebiasaan Makanan Ikan Layur(Superfamili
Trichiuroidea) di PerairanPalabuhanratu, Kabupaten Sukabumi,Jawa Barat.
Skripsi. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Subandiyah, S.,
R. Hinawati, S. Rohmy, dan Atmaja. 2010. Pemeliharaan Larva Ikan Hias Pelangi Asal Danau Kurumoi Umur 7 Hari dengan
Pakan Alami. Seminar Nasional Biologi.
Widiana, A., A. Kusumorini, S. Handayani. 2013. Potensi Fitoplankton Sebagai Sumber Daya Pakan pada Pemeliharaan Larva Ikan Mas (Cyprinus Carpio) di BBPBAT Sukabumi. Jurnal Biologi. 6 (2).
Widayati, D. E., Aunurrohim dan N. Abdulgani. 2013. Studi Hispatologi
Ikan Mujair (Oreochromis mossambicus) pada Konsentrasi Sublethal Air
Lumpur Sidoarjo. Institut Teknologi Sepuluh Nopember, Surabaya.

Tulisan yang baru kapan di update
BalasHapusIkan gurame biasa aktif cari makan malam hari atau siang
BalasHapus