Rabu, 14 Juni 2017

MAKAN DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN


MAKAN DAN KEBIASAAN MAKAN IKAN
150302032

 Oleh:
Reni Zulika Sinaga
150302032





MATA KULIAH BIOLOGI PERIKANAN

               PROGRAM STUDI MANAJEMEN SUMBERDAYA PERAIRAN
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS SUMATERA UTARA
2017


KATA PENGANTAR

                                          

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, yang telah melimpahkan rahmat-Nya sehingga dapat menyelesaikan laporan Fisiologi Hewan Air yang berjudul “Makanan dan Kebiasaa Makan Ikan ”.  Laporan ini merupakan salah satu syarat masuk untuk praktikal Laboratorium Biologi Perikanan.
            Pada  kesempatan  ini  penulis  mengucapkan  terimakasih  kepada Ibu Dr. Ani Suryanti, S.Pi, M.Si selaku dosen Biologi Perikanan. Penulis juga mengucapkan terima kasih kepada teman-teman yang telah membimbing penulis dalam menyelesaikan makalah ini.
Demikianlah makalah ini penulis selesaikan. Semoga laporan ini bermanfaat bagi pihai-pihak yang membutuhkan.



                                                            Medan,   Juni  2017
                                Penulis



                                                           DAFTAR ISI

                                                                                                                    Halaman
KATA PENGANTAR..................................................................................             i
DAFTAR ISI...............................................................................................            ii
DAFTAR GAMBAR...................................................................................             iii
DAFTAR TABEL.......................................................................................             iv
PENDAHULUAN
Latar Belakang.....................................................................................          1
Tujuan Penulisan..................................................................................          2
Manfaat Penulisan................................................................................          2
TINJAUAN PUSTAKA     
            Kebiasaan Makan Ikan......................................................................              4
            Makanan Ikan...................................................................................             6
KESIMPULAN DAN SARAN
            Kesimpulan .....................................................................................             11
            Saran..............................................................................................             11
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN

  
BAB I
PENDAHULUAN
Latar belakang
Melihat besarnya potensi sumber daya hayati khususnya yang berasal dari lautan di Indonesia maka perlu dilakukan suatu usaha untuk dapat mengetahui berbagai aspek biologi perikanan,hal tersebut dapat dimulai dengan melakukan praktikum yang membahas mengenai aspek biologi perikanan tersebut.Atas dasar tersebut praktikum biologi perikanan dilaksanakan dengan komposisi materi meliputi pembahasan tentang kebiasaan makanan ikan.Adapun pengertian kebiasaan makanan adalah kualitas dan kuantitas yang digunakan oleh ikan,sehingga kebiasaan makan itu hidup.Makanan yang telah digunakan oleh ikan akan mempengaruhi sisa persediaan makanan dan sebaliknya dari makanan yang diambil akan mempengaruhi pertumbuhan,kematangan bagi tiap-tiap individu ikan serta survivalnya.Ikan merupakan organisme tingkat tinggi yang memiliki nilai ekonomis dan ekologi penting.Mengingat pentingnya keberadaan ikan dalam suatu ekosistem,maka diperlukan pengetahuan tentang beberapa aspek biologi,antara lain tingkat kematangan gonad,fekunditas,hubungan panjang berat,seksualitas ikan,ruaya,pemijahan,awal daur hidup,kebiasaan makanan dan cara memakan,persaingan dan pemangsaan, pertumbuhan ikan,umur ikan,analisis populasi dan analisa saluran pencernaan yang merupakan kunci penting dan harus diperhatikan untuk menjamin kelestarian sumberdaya dan usaha budidaya ikan tersebut.
Analisa pola kebiasan makanan ikan dipakai dalam menentukan gizi alamiah ikan itu. Dengan mengetahui kebiasaan makanan ikan, maka dapat dilihat hubungan ekologi diantara organisme.Misalnya rantai makanan,bentuk-bentuk pemangsaan,predasi dan kompetisi.Jadi makanan dapat menjadi faktor penentu bagi pertumbuhan,kondisi ikan,dan populasi ikan tersebut.Jenis makanan satu spesies ikan biasanya tergantung pada umur,tempat dan waktu dimana ikan tersebut berada (Effendie, 1979).
pengukuran berat dari berbagai penimbangan ikan yang paling tepat adalah dengan menggunakan timbangan duduk dan timbangan gantung,adapan keuntungan yang dimiliki dari kedua timbangan ini adalah bekerjanya lebih teliti,pengaruh dari luar seperti angin dapat dikurangi,serta pendugaan pertama terhadap berat ikan yang ditimbang tidak perlu dilakukan karena secara langsung dapat menunjukkan beratnya (Abdul 1985).
Beberapa faktor yang memepengaruhi  makanan atau ada tidaknya suatu zat makanan oleh ikan yaitu ukuran makanan,warna makanan,selera ikan terhadap makanan tersebut.Jumlah makanan yang dibutuhkan oleh ikan tergantung  dari kebiasaan makan,kelimpahan makan,suhu dan kondisi umur ikan.kebiasaan makanan dan cara memakan ikan itu secara alami bergantung kepada lingkungan tempat ikan itu hidup (Anonim, 2008).
Tidak keseluruhan makanan yang ada dalam suatu perairan dimakan oleh ikan. Beberapa faktor yang mempengaruhi dimakan atau tidaknya suatu zat makanan oleh ikan diantaranya yaitu ukuran makanan ikan,warna makanan dan selera makan ikan terhadap makanan tersebut.Sedangkan jumlah makanan yang dibutuhkan oleh ikan tergantung pada kebiasaan makan,kelimpahan makanan,nilai konversi makanan serta kondisi makanan ikan tersebut (Yasidi, 2005).
Untuk mengusahakan penangkapan,pemeliharaan dan peternakan ikan dengan sukses,sering kali diperlukan pengetahuan praktis tentang jenis makanan yang disukai ikan.Untuk itu perlu penelitian tentang makanan dan kebiasaan makan ikan.Pada dasarnya harus atas pemeriksaan isi lambung dan usus ikan yang bersangkutan(Soesono, 1977).

BAB II
TINJAUAN PUSTKA
Kebiasaan makanan ikan (food habits) adalah kuantitas dan kualitas makanan yang dimakan oleh ikan, sedangkan kebiasaan cara memakan (feeding habits) adalah waktu, tempat dan caranya makanan itu didapatkan oleh ikan. Kebiasaan makanan dan cara memakan ikan secara alami bergantung pada lingkungan tempat ikan itu hidup .Tujuan mempelajari kebiasaan makanan (food habits) ikan dimaksudkan untuk mengetahui pakan yang dimakan oleh setiap jenis ikan (Effendie, 2002).
Hasil penelitian Tjahjo dan Purnamaningtyas (2008) pada ikan nila di Waduk Cirata mempunyai nilai luas relung sebesar 3,9. Tingginya nilai luas relung ikan nila yang ada di Waduk Cirata menunjukkan bahwa ikan tersebut dapat memanfaatkan seluruh kelompok sumber daya makanan yang tersedia secara merata terhadap makanan yang tersedia di perairan tersebut. Krebs (1989) menyatakan bahwa tinggi rendahnya nilai luas relung makanan menunjuk-kan tingkat generalitas ikan dalam memanfaatkan pakan alami yang ada. Semakin tinggi nilai luas relung makanan pada ikan menunjukkan bahwa ikan tersebut akan lebih leluasa memanfaatkan sumber daya pakan yang ada                 (Purnomo & Warsa 2011).
Berdasarkan kebiasaan makannya, ikan dapat dibedakan atas tiga golongan, yaitu herbivora, karnivora dan omnivora. Namun di alam sering sekali ditemukan tumpang tindih yang disebabkan oleh keadaan habitat sekeliling tempat ikan hidup. Pada umumnya ikan mempunyai daya adaptasi yang tinggi terhadap kebiasaan makanannya serta dalam memanfaatkan makanan yang tersedia (Irawati, 2011).
Dalam daur hidup ikan, selain dari serangan predator, maupun penyakit, perubahan kebiasaan makanan khususnya pada stadia awal merupakan masa kritis yang bisa menyebabkan mortalitas alami. Masa kritis tersebut terjadi pada saat sesudah penyerapan kuning telur selesai, dimana larva ikan mulai mengambil makanan dari luar tubuhnya, sehingga kemampuan larva ikan untuk mendapatkan makanan sangat dipengaruhi oleh kemampuan larva ikan untuk mendeteksi keberadaan makanan, cara menangkap serta bukaan mulut larva ikan yang berkaitan dengan ukuran makanan yang tersedia di perairan. Selain itu kepadatan dan ketersediaan makanan di alam juga merupakan faktor yang mempengaruhi keberhasilan hidup. Mortalitas yang tinggi dapat terjadi apabila larva ikan tidak segera mendapatkan makanan yang sesuai baik jenis maupun jumlahnya      (Affiati dan Lim, 1986).
Ikan baung adalah ikan tawar berkumis yang bersifat nokturnal yaitu aktif mencari makanan dan melakukan aktivitas lainnya pada malam hari. Ketersediaan organisme dasar atau pakan alami yang terdapat pada suatu perairan berkaitan dengan kebiasaan makanan dan kondisi habitat. Mystus nemurus C.V atau ikan baung dewasa mampu mencapai panjang tubuh 570 mm. ikan baung memiliki panjang usus 300 mm dengan ukuran panjang total tubuhnya 330 mm yang merupakan ciri-ciri usus karnivor  (Kottelat et al., 1993).
Pengelompokan ikan berdasarkan kelas ukuran panjang tubuh bertujuan untuk mengetahui IP makanan ikan senangin mulai ukuran terkecil yang diperoleh hingga ukuran terbesar, sehingga diketahui apakah ada perbedaan isi lambung ikan berdasarkan ukuran tubuhnya. Pengelompokan sesuai dengan petunjuk Sudjana (1996) yaitu:
1. Tentukan jumlah ikan yang diteliti (n)
2. Tentukan panjang tertinggi dan terendah
3. Tentukan rentang data terbesar dikurangi data terkecil
4. Tentukan banyak kelas interval
5. Banyak kelas interval : 1 + (3,3) log n
6. Tentukan panjang kelas (P) : rentang /banyak kelas
Menurut (Carpenter & Niem, 1999; Khuo & Shao, 1999) Makanan ikan baji-baji yang didominasi kelompok crustacea dan ikan dasar menjadi penciri bahwa ikan ini termasuk ikan pemakan dasar. Hal ini dapat dipahami karena habitat hidup ikan baji-baji adalah di dasar perairan (ikan demersal). Pola sebaran ukuran panjang ikan baji-baji yang tertangkap bahwa ukuran panjang total maksimum ikan baji-baji yang pernah tertangkap di daerah perairan Western Central Pacific (termasuk perairan Indonesia) adalah 300 mm dan paling banyak tertangkap pada kelompok ukuran 200 mm.
Roehm et al. (1967) menyatakan bahwa ikan rainbow trout yang ditambahkan 1% gosipol dalam pakan menyebabkan pertumbuhan ikan menurun sekitar 50% dibandingkan dengan kontrol. Sedangkan ikan dengan penambahan 2% gosipol asetat dalam pakan menyebabkan ikan tidak mau makan. Selanjutnya dikatakan, pada hati, ginjal dan jaringan limpanya terdapat ikatan gosipol dan gosipol tersebut tetap berada dalam hati sampai ikan diberi pakan yang tidak mengandung gosipol.
Bacillariophyceae dari genus Synedra merupakan makanan utama ikan bilih. Ikan jantan mengkonsumsi makanan sama dengan ikan betina. Hal ini menunjukkan tidak ada perbedaan pakan alami ikan bilih jantan dan ikan bilih betina. Kelompok makanan yang ditemukan dari saluran pencernaan ikan bilih jantan tidak jauh berbeda dengan ikan bilih betina terdiri plankton kelompok Bacillaryophiceae, Chlorophyceae, Cyanophyceaea, dan lain- lain (Serasah, detritus serta organisme yang tidak teridentifikasi) (Febriani, 2010).
            Menurut pendapat Affandi (2005) Pakan dengan komposisi yang baik dapat mengoptimalkan pertumbuhan dan kelulushidupan (sintasan) ikan sidat. Untuk mencapai kondisi tersebut kadar kebutuhan protein yang baik bagi pertumbuhan ikan sidat, yaitu ±45%. Dalam budidaya ikan sidat bentuk pakan yang digunakan adalah pelet pasta. Pelet pasta membutuhkan stabilisator agar tidak mudah larut dalam air (Winarno, 1996; Puspitasari 2008). Pakan yang mudah larut dalam air dapat mempengaruhi sintasan ikan sidat. Terdapat dugaan komposisi pakan yang baik adalah campuran antara pelet ikan, ulat tepung, dan ganggang merah. Diharapkan ketiga campuran pakan tersebut dapat meningkat-kan pertumbuhan dan sintasan ikan sidat secara optimal.



DAFTAR PUSTAKA

Affandi, R. 2005. Strategi Pemanfaatan Sumberdaya Ikan Sidat, Anguilla spp. Di Indonesia [Strategy on Utilization of Eel (Anguila sp.) Resources in Indonesia]. Jurnal Ikhtiologi Indonesia. Volume 5, no 2, 2005.
Affiati, N dan Lim, C. 1986. Pengaruh Saat Awal Pemberian Pakan Terhadap Pertumbuhan dan Kelangsungan Hidup Benih Ikan Gurami   (Osphronemous gouramy). Buletin Penelitian Perikanan Darat 5(1): 23 – 27.
Carpenter, K.E. & Niem, V.H. (eds). 1999. FAO species identification guide for fishery purposes.The living marine resources of the Western Central Pacific. Volume 4. Bony fishes part 4 (Mugilidae to Carangidae). Rome, FAO. pp. 2069-2790.
Effendie, M.I.2002. Biologi Perikanan. Cetakan Kedua. Yogyakarta. Yayasan Pustaka Nusatama. 163 Halaman.
Febriani L. 2010. Studi makanan dan pertumbuhan ikan bilih (Mystacoleucus padangensis Bleeker) di Danau Singkarak, Sumatera Barat. Departemen Manajemen Sumberdaya Perairan. Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan. Institut Pertanian Bogor. Bogor. 102 hlm.
Irawati,2011. Kebiasaan Makanan Ikan Merah, Lutjanus Boutton (Lacepede, 1802) Di Perairan Pallameang, Kabupaten Pinrang, Provinsi Sulawesi Selatan [Skripsi].Fakultas Ilmu Kelautan Dan Perikanan Universitas  Hasanuddin,Makasar.
Kottelat, M. A., Whitten, S. N. and Wirjoatmodjo. 1993. Freshwater Fishes Of Western Indonesia and Sulawesi (Ikan Air Tawar Indonesia Bagian Barat dan Sulawesi). Periplus Edition (HK). Ltd. Kerjasama dengan proyek EMDI, Kantor Menteri Negara Kependudukan dan Lingkungan Hidup R.I. Jakarta.239 halaman.
Krebs CJ. 1989. Ecological methodology. University of British Columbia. New York (US): Harper and Row Publisher.
Purnomo K, Warsa A. 2011. Struktur Komunitas dan Relung Makanan Ikan Pasca Introduksi Ikan Patin Siam (Pangasianodon hypophthalmus) di Waduk Malahayu, Kabupaten Brebes. Jurnal Penelitian Perikanan Indonesia. 17(1): 73-82.
Puspitasari, D. 2008. Kajian Substitusi Tapioka Dengan Rumput Laut (Euchema cottoni) Pada Pembuatan Bakso. [Skripsi].       Program Studi Teknologi Hasil Pertanian. Fakultas Pertanian. Universitas Sebelas
Roehm, J.N., Lee, D.J., Sinnhuber, R.O. 1967. Accumulation and elimination of     dietary gossypol in the organ of rainbow trout. Lipids, 5(1) : 80-81.
Tjahjo DWH, Purnamaningtyas SE. 2008. Kebiasaan Makan Ikan di Waduk Cirata, Jawa Barat : Sebagai Data Dasar untuk Pemacuan Stok Ikan. Prosiding Forum Nasional Pemacuan Sumberdaya Ikan II, Loka Riset Pemacuan Stok Ikan (LRPSI). Pusat Riset Perikanan Tangkap. Jakarta.
Sudjana, M. A. (1986). Metode Statistika. Edisi ke IV. Tarsito. Bandung 502 hal. Nikolsky, G. V. 1963. The Ecology of Fishes. Academic Press. New York. 325 h.
Winarno. 1996. Teknologi Pengolahan Rumput Laut. Pustaka Sinar Harapan, Jakarta.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar